Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Kenali Penyebabnya, Tinitus Bisa Diobati dengan Tepat

Jumat 15 Nov 2019 03:52 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda

Dokter menguji kemampuan pendengaran pasien di Poli THT (Telinga Hidung dan Tenggorokan) RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (23/8/2019).

Dokter menguji kemampuan pendengaran pasien di Poli THT (Telinga Hidung dan Tenggorokan) RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (23/8/2019).

Foto: Antara/Destyan Sujarwoko
Tinitus merupakan kondisi yang cukup umum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tinitus sejatinya bisa diobati. Pengobatannya diawali dengan menentukan penyebab yang mendasarinya, seperti dengan memasang alat bantu dengar untuk mengatasi gangguan pendengaran, menurut William Reisacher, seorang otolaryngologist di NewYork-Presbyterian Hospital dan Weill Cornell Medicine.

Menurut Reisacher, pengobatan, pembedahan, dan prosedur medis lainnya juga dapat  digunakan untuk mengatasi infeksi atau kotoran telinga yang terperangkap. Jika tak ada perawatan kesehatan yang tersedia, orang yang mengalami tinitus dapat menggunakan terapi seperti mendengarkan suara alami atau bisa juga white noise yang merupakan kombinasi berbagai suara dari berbagai frekuensi, yang sering kali dapat menutupi suara-suara yang menganggu ketenangan tidur.

“Suara alami atau white noise dapat membantu mengalihkan seseorang dari mendengarkan tinitus mereka dan menjadi lebih tenang,” jelas Reisacher, seperti dikutip Huffington Post.

Baca Juga

Menurut  American Tinnitus Association, salah satu pengobatan yang umum direkomendasikan adalah terapi perilaku kognitif, yang telah terbukti meningkatkan kualitas hidup pasien dengan tinitus secara keseluruhan. Perawatan lain termasuk terapi suara, hipnoterapi, biofeedback, dan mempertahankan aktivitas yang disukai.

Obat-obatan kadang juga diresepkan untuk mengatasi kecemasan dan depresi terkait kondisi ini.  Bagi Anda yang mengalami tinitus, pergilah menemui dokter THT, terutama jika hal ini menjadi konstan, tidak sembuh dalam waktu dua pekan, atau disertai dengan gejala tambahan, seperti gangguan pendengaran.

Sering kali, orang-orang mengabaikan tinitus dengan harapan ini akan hilang dengan sendirinya, padahal tak selalu bisa demikian.  Tidak ada cara untuk memastikan Anda tidak akan pernah mengalami tinitus, tetapi menjaga kesehatan telinga adalah hal yang hatus dilakukan.

Itu bisa dimulai dengan mudah, seperti pergi menemui audiologis lokal setiap tahun untuk melakukan tes pendengaran.  Reisacher juga menyarankan untuk menghindari paparan suara keras yang berkelanjutan. Gunakan alat pelindung pendengaran saat dibutuhkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA