Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Perkuat Ekonomi Syariah, Alami Sepakat dana Berbasis Syariah

Jumat 15 Nov 2019 02:17 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Perkuat Ekonomi Syariah, Alami Berhasil Sepakati Pendanaan Berbasis Syariah. (FOTO: Alami)

Perkuat Ekonomi Syariah, Alami Berhasil Sepakati Pendanaan Berbasis Syariah. (FOTO: Alami)

Perkuat Ekonomi Syariah, Alami Berhasil Sepakati Pendanaan Berbasis Syariah

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Perusahaan fintech peer to peer (P2P) financing syariah, Alami, mengumumkan komitmen pendanaan dengan empat investor berskala multinasional, Rabu (13/11/2019). Komitmen ini terangkum dalam inisiatif penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang untuk pertama kalinya di kawasan Asia Tenggara terjadi kesepakatan pendanaan/fundraising berbasis syariah yang dilakukan oleh kalangan investor modal ventura (Venture Capital) ternama.

Adapun investasi di tahap seed round ini dipimpin oleh Golden Gate Ventures dengan skema akad musyarakah. Beberapa nama investor yang bergabung dalam komitmen pendanaan ini yakni Agaeti Ventures, RHL Ventures, dan seorang angel investor Aamir Rahim dari Hong Kong melalui Zelda Crown. Keempat investor ini bersepakat untuk memberikan suntikan modal kepada Alami dengan prosedur yang sesuai syariat Islam.

Baca Juga: Wapres: Jadikan Ekonomi Syariah Sebagai Arus Baru

Menurut CEO Alami, Dima Djani, pihaknya saat ini terus berupaya mengenalkan nilai-nilai syariah dalam setiap prosedur kerja sama dengan pihak mitra, termasuk dengan para calon investor. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan komitmen Alami dalam mengimplementasikan esensi syariah tidak hanya dalam produk dan layanan, tetapi juga sampai ke sumber pendanaan yang menjadi landasan Alami menjalankan kegiatan operasionalnya.

"Sebagai perusahaan yang menawarkan produk dan jasa keuangan berbasis syariah, kami ingin memberikan nilai tambah kepada bisnis dan juga stakeholders yaitu Alami saat ini juga merambah prinsip syariah dalam pendanaan. Hal ini merupakan hal yang baru, untuk pertama kalinya perusahaan startup syariah Indonesia sukses mengajak investor untuk melakukan pendanaan yang berbasis syariah," kata Dima dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Lanjutnya, Alami juga berharap ke depannya akan makin banyak investor yang terbuka dengan skema fundraising berbasis syariah. Dima memandang saat ini Indonesia telah lebih terbuka terhadap pengembangan peta jalan ekonomi syariah dan industri halal.

Berdasarkan data Global Islamic Finance Report (GIFR) 2019 yang dirilis Cambridge Institute of Islamic Finance (Cambridge IIF), Indonesia menempati urutan teratas dengan skor 81,93 melesat dari sebelumnya 57,8. Berdasarkan penilaian tersebut, Indonesia dianggap telah mencatatkan kemajuan dari perkembangan regulasi serta peningkatan ekosistem industri perbankan dan keuangan syariah. Selain itu, dari sisi dukungan pemerintah, ekosistem keuangan syariah juga makin diperkuat dengan peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024.

"Para investor tersebut tentunya sudah menakar potensi market di Indonesia berdasarkan kondisi eksternal dan internalnya. Dari sisi internal perusahaan, Alami berhasil menunjukkan kesiapan perusahaan dan rencana bisnis yang matang untuk menyediakan lebih banyak lagi akses pembiayaan syariah bagi UKM di Indonesia. Sejak bulan Mei 2019 sampai Oktober 2019, Alami telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp50,3 miliar ke berbagai sektor bisnis di Indonesia," tutup Dima.

Penandatanganan kesepakatan atas komitmen pendanaan syariah ini menjadi milestone penting bagi industri keuangan syariah di Indonesia dan Alami pada khususnya untuk terus memperluas kualitas layanan kepada masyarakat lewat penambahan talent, memperkuat struktur operasional perusahaan, dan adaptasi teknologi yang lebih advance.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA