Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

UIN Sunan Kalijaga Wisuda Enam Penyandang Disabilitas

Kamis 14 Nov 2019 13:42 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Yusuf Assidiq

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Yudian Wahyudi, saat melakukan prosesi wisuda kepada 1.609 lulusan baru.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Yudian Wahyudi, saat melakukan prosesi wisuda kepada 1.609 lulusan baru.

Foto: Dokumen.
Saat ini, jumlah lulusan UIN Suka sudah mencapai 64.172 lulusan.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) Yogyakarta mewisuda ribuan lulusan. Wisuda Periode I Tahun Akademik 2019/2020 ini digelar selama dua hari, yakni 13 dan 14 November 2019.

Sebanyak 1.609 yang diwisuda dengan rincian 804 pada 13 November dan 805 pada 14 November. Yang mana, enam di antara lulusan yang diwisuda merupakan penyandang disabilitas.

"1.231 orang lulus S1, 323 orang lulus S2 dan 55 orang lulus S3. Enam di antaranya sarjana difabel. Empat orang diwisuda Rabu dan dua orang diwisuda Kamis," kata Rektor UIN Suka, Yudian Wahyudi, saat menyampaikan laporan wisuda.

Ia mengatakan, dengan digelarnya wisuda,  saat ini jumlah lulusan UIN Suka sudah mencapai 64.172 lulusan. Yang mana, 705 lulusan bergelar doktor dan 6.287 bergelar magister.

Menurut Yudian, kepercayaan masyarakat semakin tinggi kepada UIN Sunan Kalijaga. Hal ini, menjadi pemacu tersendiri bagi kampusnya untuk terus menyempurnakan reformasi pendidikan.

Reformasi pendidikan yang dilakukan UIN Suka, kata Yudian, mulai dari membekali mahasiswa dengan moral, etika dan penguasaan pengetahuan. Hal tersebut dilakukan agar mahasiswa dapat menghadapi perubahan, memiliki skill yang meliputi penguasaan bahasa asing dan teknologi informasi, serta keterampilan khusus sesuai dengan bidang prodi keilmuan.

"Pendidikan dan pengajaran di UIN Sunan Kalijaga menyiapkan mahasiswa untuk mampu bersaing secara global di era revolusi industri 4.0," kata Yudian.

Selain itu, penyiapan sumber daya manusia (SDM) juga penting untuk dilakukan. Sebab, penyiapan SDM yang kompeten dan kompetitif dimulai sejak tahapan pembinaan mahasiswa baru.

"Sebelum memulai perkuliahan, mahasiswa baru dibekali kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) diikuti semua mahasiswa baru termasuk mahasiswa asing," jelasnya.

PBAK ini, jelasnya, merupakan pondasi awal secara akademik, menumbuhkan kekuatan mental, sosial, dan spiritual mahasiswa. Yang nantinya, dapat menjadi bekal mahasiswa untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, baik di dalam maupun di luar kampus.

"Kegiatan  PBAK dimulai dengan shalat Hajat berjamaah, dan Majelis Ayat Kursi di bawah bimbingan rektor langsung," tambah Yudian.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA