Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Mata Uang Cile Anjlok Setelah Demonstrasi Tiga Pekan

Rabu 13 Nov 2019 18:21 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Demonstrasi di Cile

Demonstrasi di Cile

Foto: AP Photo/Miguel Arenas
Mata uang Cile anjlok hingga 4 persen yang terendah dalam sejarah.

REPUBLIKA.CO.ID, SANTIAGO -- Demonstrasi dan kerusuhan yang berlangsung selama tiga pekan terakhir telah mengakibatkan mata uang Cile, peso, mengalami penurunan sebesar 4 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Itu merupakan titik terendah dalam sejarah keuangan Cile. 

Peso anjlok lebih dari dari 800 peso per dolar AS. Ia turun lebih dari 10 persen sejak pertengahan Oktober. Menteri Keuangan Cile Ignacio Briones mengatakan melemahnya peso adalah tanda yang mengkhawatirkan. Dia mengaku masih terus mengamati perkembangan situasi saat ini. 

Briones meminta warga Cile membantu memulihkan kondisi perekonomian sehingga aktivitas bisnis dapat kembali berjalan normal. Dia memperkirakan kerugian akibat kerusakan transportasi dan properti selama aksi demonstrasi berlangsung mencapai sekitar 3 miliar dolar AS. 

Baca Juga

"Semua tindakan kita memiliki konsekuensi dan mereka memiliki konsekuensi besar yang kini terlihat dalam perekonomian serta khususnya pada pengusaha dan sektor yang paling rentan," ujar Briones pada Selasa (12/11). 

Presiden Cile Sebastian Pinera telah mengecam bentrokan terbaru antara demonstran dan aparat keamanan pada Selasa malam di Santiago dan wilayah lainnya. Mereka yang terlibat dan bertanggung jawab akan dituntut di bawah undang-undang keamanan negara yang ketat dan memungkinkan hukuman lebih keras. 

"Situasi kekerasan yang parah sangat mengancam demokrasi kita, hukum negara kita, dan di atas segalanya, hak-hak semua warga Cile dan terutama yang paling rentan," kata Pinera.

Demonstrasi di Cile yang memprotes ketimpangan dan menyerukan reformasi sosial telah berubah yang menjadi aksi huru-hara serta penjarahan. Setidaknya 23 orang dilaporkan tewas dan 2.000 warga sipil lainnya dirawat di rumah sakit. 

Ribuan pekerja melakukan aksi mogok dan berpartisipasi dalam demonstrasi. Mereka berbaris dan membentuk barikade di dua jalan raya utama yang menghubungkan Santiago dengan kota-kota dan pelabuhan-pelabuhan terpencil. 

Sebagian besar perusahaan pertambangan temba di Cile mengatakan masih mempertahankan operasinya pada Selasa. Meskipun tak disangkal aktivitasnya tak seperti biasanya. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA