Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Ahok Dipanggil ke Kementerian BUMN, Luhut: Kerjanya Bagus

Rabu 13 Nov 2019 13:14 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Friska Yolanda

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kiri) didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Emelia Nomleni berdialog dengan sejumlah tokoh agama serta akademisi dari NTT di Kota Kupang, NTT (13/8/2019).

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kiri) didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Emelia Nomleni berdialog dengan sejumlah tokoh agama serta akademisi dari NTT di Kota Kupang, NTT (13/8/2019).

Foto: Antara/Kornelis Kaha
Kementerian BUMN masih mengevaluasi kekosongan kursi direksi sejumlah BUMN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengaku belum mengetahui jabatan yang akan diberikan ke Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam BUMN. Ia mengetahui, Ahok diundang datang ke kantor Kementerian BUMN, Rabu (13/11).

Baca Juga

"(Ahok dipanggil ke Kementerian BUMN?) Ya, enggak tahu (jadi apa). Kita tunggu saja," ujar Luhut di Sentul International Convention Center, Rabu (13/11).

Saat ditanya awak media mengenai alasan pemanggilan Ahok, ia mengatakan, kerja Ahok bagus. Namun, ia meminta agar wartawan menunggu pengumumannya saja.

"Ya kan dia (Ahok) kerjanya bagus, kerjanya boleh. Ya kita lihat saja ya," kata dia.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih melakukan pembahasan lebih dalam terkait kekosongan kursi direktur utama perusahaan BUMN. Sejumlah perusanaan tersebut, di antaranya PT Pertamina, PT Inalum, Bank Mandiri, Bank BTN, dan MIND ID. 

Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan, BUMN masih melakukan pembahasan terkait siapa yang akan mengisi kekosongan posisi sejumlah direksi BUMN. 

"Lagi dibahas dan diproses. Mudah-mudahan dalam waktu cepat bisa diselesaikan," ujarnya.

Arya mengatakan, pembahasan cukup memakan waktu karena Menteri BUMN, Erick Thohir, saat ini juga masih melakukan evaluasi terhadap seluruh direktur perusahaan BUMN. Evaluasi ini sendiri untuk melihat kinerja direktur yang bisa mendukung visi dan misi Presiden Joko Widodo.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA