Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Vietnam Lebih Diminati Investor, Jokowi: Harus Introspeksi

Rabu 13 Nov 2019 12:54 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Friska Yolanda

Presiden Joko Widodo berjalan usai memberikan sambutan sekaligus membuka acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) 2019 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

Presiden Joko Widodo berjalan usai memberikan sambutan sekaligus membuka acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) 2019 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Jika ada investasi berorientasi ekspor, pemda diminta 'tutup mata' menandatanganinya.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyinggung perihal sepinya minat investor ke Indonesia, khususnya oleh investor Cina yang merelokasi perusahaannya akibat perang dagang dengan AS. Jokowi menyebut, ada 33 perusahaan besar asal Cina yang akan memindahkan basis produksinya. Dari angka itu, 23 perusahaan memilih Vietnam sebagai lokasi baru. Sisanya, tersebar di Thailand, Malaysia, hingga India.

Baca Juga

Jokowi memandang, ruwetnya perizinan baik di pusat atau daerah menjadi ganjalan utama tak diliriknya Indonesia oleh investor. Jokowi pun meminta seluruh pemerintah daerah menyisir aturan-aturan yang dinilai menghambat. Bila dirasa ada Peraturan Menteri (Permen) yang mengganggu investasi di daerah, Jokowi juga berjanji untuk menghapus atau merevisinya.

"Ini ada apa? Ini tanda tanya. Kita harus mau instropeksi, kita harus mengoreksi. Problemnya ruwetnya perizinan di pusat termasuk di daerah. Ruwet semuanya," jelas Jokowi dalam pembukaan rakornas antara pemerintah pusat dan forkopimda di Sentul, Bogor, Rabu (13/11).

Jokowi juga meminta pemda 'menutup mata' terhadap investasi yang berorientasi ekspor. Ia ingin bentuk investasi yang berpotensi menggenjot nilai ekspor untuk didukung, bukan malah dipersulit. Jokowi juga menekankan bahwa investasi mampu membuka lapangan kerja. Hal ini sejalan dengan dua agenda besar Jokowi dalam lima tahun ke depan: menekan defisit neraca dagang dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

"Saya titip kalau ada investasi yang orientasinya ekspor, sudah tutup mata tanda tangan izinnya secepat-cepatnya. Enggak usah ditanya-tanya. Urusan keamanan back up dari polres, polda. Agar muncul cipta lapangan kerja yang kita inginkan," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA