Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

Menhub akan Perketat Rekrutmen Ojek Online Setelah Bom Medan

Rabu 13 Nov 2019 12:23 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nur Aini

Polisi berjaga pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11/2019).

Polisi berjaga pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11/2019).

Foto: EPA-EFE / Dedi Sinuhaji
Pelaku bom di Polresta Medan diduga menggunakan atribut ojek online.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan akan memperketat pengawasan rekrutmen pengemudi ojek daring. Hal tersebut menyusul diduga pelaku bom bunuh diri di Polresta Medan menggunakan atribut ojek online. 

Baca Juga

"Ya makanya kita akan undang aplikator kita akan evaluasi proses rekrutmen dari mereka dan tentunya akan ada suatu harapan tahapan rekrutmen ini mesti ada tatap muka," kata Budi di Hotel Ayana Mid Plaza, Rabu (13/11). 

Budi mengatakan aplikator ojek daring harus melakukan evaluasi secara random terhadap para pengemudi ojek daringnya. Dengan begitu, Budi menilai akan lebih mudah melihat dan mendeteksi sejak awal kelalaian pengemudinya. 

Dia menuturkan pengawasan dan evaluasi dilakukan untuk mengantisipasi penggunaan akun pengemudi ojek daring yang tak sesuai. "Ya makanya itu bagian dari penelitian secara acak kepada mereka. Jadi kalau mereka itu sudah tidak sama (pengemudi dan identitas di aplikasi) itu suatu indikasi bahwa mereka melakukan suatu tindakan yang kurang bertanggung jawab," ungkap Budi. 

Budi mengatakan terkait pengawasan penyalahgunan aplikasi ojek daring tidak akan seenuhnya dilakukan Kementerian Perhubunhan. Budi menuturkan akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. 

Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal mengatakan, ledakan bom di Polrestabes Medan, Sumatra Utara pada Rabu (13/11) pagi mengakibatkan enam orang luka-luka. "Lima dari personel Polri dan satu sipil. Tetapi alhamdulillah laporan sementara korban tidak ada yang luka parah, tetapi ada luka-luka dan ada beberapa kendaraan dinas juga rusak," ujar Iqbal di Sentul International Convention Center, Bogor, Rabu (13/11).

Iqbal menjelaskan, sekitar pukul 08.00 setelah pelaksanaan apel pagi di Polrestabes Medan, diduga pelaku berjalan di halaman Polrestabes. Jeda beberapa saat di depan kantor bagian operasi, pelaku meledakkan diri.

Kepolisian mengaku belum mengetahui rangkaian dan jenis bom dari ledakan tersebut. Saat ini tim sedang bekerja termasuk Inafis. Laboratorium Forensik dan semua gabungan sedang bekerja untuk melakukan pengolahan tempat kejadian perkara.

"Saat ini densus 88 antiteror dengan tim Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara sedang bekerja untuk melakukan proses selanjutnya. Apakah jaringan ini masuk dalam jaringan apa dan lain-lain, tunggu saja," kata Iqbal. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA