Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Industri Fintech Lending Sumbang Rp 60 Triliun ke Ekonomi

Rabu 13 Nov 2019 10:10 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolanda

Ilustrasi Fintech ( Financial Technology)

Ilustrasi Fintech ( Financial Technology)

Foto: Republika/Mardiah
Sebanyak 326 orang tenaga kerja terserap oleh fitnech lending.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan asosiasi resmi penyelenggara fintech peer to peer (P2P) lending mencatat industri Fintech P2P Lending telah menyumbang Produk Domestik Bruto sebesar Rp 60 triliun. Pencapaian ini meningkat 131 persen dalam setahun terakhir guna meningkatkan perekonomian digital secara inklusif.

Baca Juga

Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi mengatakan dari hasil riset yang dilakukan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) bersama AFPI bahwa industri fintech P2P lending memiliki potensi untuk terus berkembang dan berperan besar untuk pertumbuhan ekonomi digital nasional. 

“Kami yakin angka ini terus mengalami pertumbuhan seiring dengan upaya yang terus industri ini lakukan antara lain melakukan literasi serta inklusi keuangan di masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/11).

Menurut Adrian hadirnya fintech P2P lending di Indonesia, Indef mendata sebanyak 326 ribu orang terserap sebagai tenaga kerja. Angka ini meningkat 68 persen dari tahun sebelumnya di industri yang sama atau jumlah tersebut merupakan 0,32 persen dari total angkatan kerja secara nasional. Kemudian penyaluran dana dan investasi teknologi finansial yang dilakukan fintech P2P lending ini membuat penurunan angka kemiskinan sebesar 0,7 persen atau jumlah penduduk miskin berkurang sebesar 177 ribu jiwa dan mengurangi ketimpangan (rasio gini) sebesar 0,01.

“Keberadaan fintech semakin relevan sebagai sarana untuk memperdalam pasar keuangan di Indonesia. Kami berharap dengan komitmen bersama antara asosiasi dan anggota penyelenggara yang solid dapat terus memberikan fasilitas layanan keuangan setiap lapisan masyarakat, meningkatkan pemerataan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang berkualitas,” jelasnya. 

Peneliti Indef Izzudin Al Farras menambahkan penyebaran layanan pinjam meminjam fintech ke wilayah luar Jawa juga turut meningkat hingga 107 persen secara year on year. Artinya, fintech juga berpotensi memiliki peran besar dalam mendukung pemerataan ekonomi khususnya untuk UMKM.

Fintech P2P lending memiliki peran terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, termasuk pelaku UMKM, salah satu yang bisa kita lihat adalah peningkatan pendapatan untuk petani di Desa sebesar 1,23 persen dan pekerja perdagangan di kota sebesar 2,59 persen," jelasnya.

Menurutnya fintech P2P lending juga telah meningkatkan pengeluaran rumah tangga pengusaha pertanian mencapai 1,34 persen, rumah tangga golongan rendah perkotaan sebesar 1,34 persen dan rumah tangga golongan atas perkotaan meningkat 1,77 persen.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA