Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Bali Targetkan Produksi Motor Gesits 30 Ribu Unit per Bulan

Selasa 12 Nov 2019 17:55 WIB

Red: Nora Azizah

Rombongan touring jarak jauh GESITS Tour de Jawa Bali di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) , Jakarta, Senin (7/11).

Rombongan touring jarak jauh GESITS Tour de Jawa Bali di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) , Jakarta, Senin (7/11).

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Motor listrik Gesits dibanderol mulai dari Rp 22 juta per unit.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Pemerintah Provinsi Bali menargetkan industri perakitan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai akan tembus angka 30 ribu unit per bulan. Perakitan ini rencana di bangun di Kabupaten Jembrana.

Baca Juga


"Bali tidak hanya memproduksi untuk kebutuhan di Bali, kami akan jual juga ke Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan ke wilayah Indonesia timur lainnya seperti Sulawesi Tenggara dan sebagainya," kata Gubernur Bali Wayan Koster, Selasa (12/11).

Koster mengatakan, untuk memproduksi motor listrik Gesits, Pemprov Bali menggandeng PT Wijaya Karya dan sudah sepakat pada 2020 mulai tahap pembangunan industri perakitannya. Tempat perakitan ini menggunakan lahan milik Perusda Bali di Kabupaten Jembrana.

"Wijaya Karya sudah oke, Gesits sudah oke, bahkan warna dan desain sepeda motor saya kontrol harus menggunakan warna Tri Datu (merah, hitam, dan putih-red). Boleh merah utama, ditambah hitam sama putih. Atau yang putih utama, aksesorisnya merah dan hitam. Atau hitam warna dasarnya, putih merah kreasinya, ada 'taste' Bali-nya," ucap Koster.

Menurut Koster, dengan adanya industri perakitan sepeda motor tersebut, Bali tidak saja sebagai pengguna, namun juga sekaligus mengembangkan industri otomotifnya. Ditargetkan per bulan dapat memproduksi 30 ribu unit, atau dalam setahun sebanyak 360 ribu unit.

"Kita jangan hanya sebagai pengguna, tetapi dapat limpahan ekonominya, sehingga nanti ada penyerapan tenaga kerja, alih teknologi, ada nilai ekonomi lain dan pendapatan daerah bisa didapat," kata mantan anggota DPR RI tiga periode itu.

Harga satu unit sepeda motor listrik itu berkisar dari Rp 22-24 juta. Meskipun harganya sebanding dengan sepeda motor yang menggunakan BBM, namun Koster mengklaim biaya operasional sepeda motor listrik akan lebih murah.

Dia mencontohkan untuk satu liter bensin seharga Rp 6.500 dapat digunakan menempuh jarak 30 kilometer, maka dengan sepeda motor listrik biaya yang dibutuhkan untuk menempuh jarak yang sama sebesar Rp 3.000. Selain itu, biaya perawatannya juga jauh lebih kecil dibandingkan sepeda motor yang menggunakan BBM.

"Saya sudah pernah mencoba, nggak ada knalpot, suaranya nggak ada, enak banget, cocok untuk anak-anak muda," ucapnya didampingi Sekda Bali Dewa Made Indra serta Kepala Disnaker dan ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Arda itu, dan Kadishub Bali IGW Samsi Gunarta.

Sebagai tahap awal, penggunaan motor listrik nantinya akan diprioritaskan di kantor-kantor pemerintah dan para pegawai. Kemudian juga didorong pada generasi muda dengan diberikan sejumlah insentif.

Selain itu, penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai juga diberlakukan di zona-zona tertentu, seperti di kawasan wisata Sanur, Ubud dan Kuta. Bahkan Bupati Klungkung juga menyatakan keinginannya menjadikan Nusa Penida sebagai kawasan penggunaan kendaraan bermotor listrik tersebut.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA