Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Arah Pendidikan Penentu Masa Depan Umat

Selasa 12 Nov 2019 14:28 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Siswa Lembaga Pendidikan Bina Ilmu sedang melaksanakan Shalat berjamaah (ilustrasi)

Siswa Lembaga Pendidikan Bina Ilmu sedang melaksanakan Shalat berjamaah (ilustrasi)

Foto: ROL/Havid Al Vizki
Pendidikan Islam mendahulukan akhlak untuk mencetak umat yang bertakwa

Beberapa waktu yang lalu ada kejadian dimana ada seorang murid telah membunuh guru didiknya hanya karena sebuah teguran kepada murid yang merokok di lingkungan sekolah. Kejadian tersebut terjadi di sekolah SMK ichtusdi Manado, Sulawesi Utara.

Dikutip dari detik.com, Kejadian penikaman yang berujung meninggalnya seorang guru SMK yang bernama Alexander Warupangkey (54 tahun) tersebut dilakukan dengan pengeroyokan. Pada kejadian tersebut polisi sudah melakukan penangkapan pada kedua tersangka yang berinisial FL dan OU setelah melakukan pemeriksaan 6 saksi yang saat kejadian berada di TKP.

Dengan adanya kejadian murid yang sampai menganiaya bahkan sampai membunuh gurunya siapa disini yang dipersalahkan. Dengan adanya sistem pendidikan yang makin sekuler benar saja sifat anak akan semakin brutal karena sistem pendidikan anak seharusnya bisa seimbang.

Pertama sistem pendidikan dalam keluarga dimana anak pertama kali mendapatkan pendidikan pada kedua orang tuanya.Tapi nyatanya setelah anak masuk jenjang sekolah dia disibukkan dengan pelajaran dan kegiatan disekolah.

Sedangkan dia masih membutuhkan interaksi dengan keluarga bisa saling cerita dengan keluarga akan tetapi kebanyakan keluarga sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing. Anak yang sudah pulang sekolahpun harus mengerjakan berbagai tugas dari sekolah.

Kedua sistem pendidikan didalam sekolah dimana murid dituntut belajar dengan keras sedangkan materi pelajaran tentang agama hanya sedikit sekali yang diajarkan. 

Bahkan dituntu siap kerja di industri untuk melayani pemodal. Disekolah materi pendidikan agama yang hanya 2 jam dalam waktu 1 minggu itu sangat minim sekali tanpa memperhatikan perkembangan pendidikan akidah anak justru membuat perilaluku cenderung brutal.

Ketiga sistem pendidikan sosial justru semakin membuat anak semakin bebas mudah terpengaruh dengan pergaulan yang merusak akidah dan akhlak anak. Karena didalam masyarakat sendiri kebanyakan orang pada umumnya jika menemukan pergaulan anak yang menyimpang masyarakat akan bersikap masa bodo atau acuh seolah-olah itu permasalahan biasa.

Berbeda sekali dengan pendidikan didalam Islam sejak dini anak dipersiapkan dulu akidahnya supaya lurus agar menjadi pribadi yang tangguh dan berkepribadian islami.

Sehingga arah pendidikan bukan semata-mata untuk orientasi duniawi semata akan tetapi bertujuan untuk mencetak generasi bertakwa dan berfikir cemerlang. Penyelenggaraan pembiayaan pendidikan dalam islam sepenuhnya ditanggung oleh negara.

Jadi para siswa tidak terbebani oleh mahalnya biaya pendidikan sehingga para pelajar dapat leluasa menuntut ilmu sesuai dengan bidangnya masing-masing. Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan pastinya negara juga membutuhkan biaya untuk menunjang berjalannya sistem pendidikan.

Maka negara membutuhkan sokongan sistem perekonomian yang Islami. Dimana sumber daya alam sepenuhnya dikelola oleh negara dan hanya diperuntukkan seluruhnya untuk kepentingan kesejahteraan rakyat.

Pengirim: Puryani, muslimah Wonogiri

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA