Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Jay Kim, Islam, dan Inspirasi Kehidupan

Selasa 12 Nov 2019 14:14 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Kim Jae Han atau Jay Kim Youtuber asal Korea Selatan yang baru saja masuk Islam

Kim Jae Han atau Jay Kim Youtuber asal Korea Selatan yang baru saja masuk Islam

Foto: instagram/Jaehan9192
Youtuber Jay Kim mengaku merasa luar biasa setelah memeluk Islam

Seorang artis Korea Selatan yang juga youtuber Kim Jae Han (Jay Kim) yang belum lama menjadi mualaf menyatakan perasaan luar biasa setelah masuk Islam. Ada rasa yang tidak bisa ia gambarkan saat pertama kali melaksanakan shalat pasca bersyahadat. Yang jelas, dia merasakan ada energi baru yang memotivasi dan menginspirasi kehidupannya. Perasaan bahagia juga dirasakan sebagai kebahagian yang belum pernah dirasakan sebelumnya. 

Banyaknya propaganda mendiskreditkan Islam dan pemberitaan media massa yang hanya mengangkat sisi negatif Muslim, tentu sangat membekas di hati banyak masyarakat dunia. Akhirnya banyak orang gagal memahami wajah Islam yang sebenarnya. 

Kebanyakan masyarakat dunia hanya memahami Islam sebagai terorisme, radikalisme, sumber kebodohan, ISIS, dan semua atribut negatif yang sering  didengungkan media Barat yang sangat tendensius dalam memberitakan Islam. 

Namun kehidupan seorang Jay Kim berubah total saat ia diundang untuk konser di Jakarta dan Kuala Lumpur. Dia yang awalnya memandang Islam begitu negatif, langsung takjub saat bertatap muka langsung dengan muslim Indonesia. Jay Kim melihat langsung muslim Indonesia begitu santun, berbaur dalam kehidupan sosial yang penuh sinergi di tengah keberagaman, bersikap terbuka, dan banyak hal indah lainnya. 

Saat kembali ke Korea, ia pun membaca Al Qur'an dengan terjemahan bahasa Korea Selatan. Jay Kim begitu takjub dan terpesona setelah membaca Al Qur'an. Selain itu, ia juga mempelajari kebiasaan-kebiasaan Islam lainnya dari teman Muslim lainnya. Akhirnya ia pun menyatakan diri ingin masuk Islam dengan bersyahadat. Allah Akbar!

Melihat di belahan Eropa, terjadi  peningkatan jumlah mualaf yang signifikan. Khususnya di Inggris, hingga tahun 2010 saja tercatat sebanyak 100 ribu Muslim baru. Angka ini meningkat dua kali lipat dari satu dasawarsa lalu. 

Pada tahun 2014, dikutip dari Republika.co.id, jumlah penduduk Muslim di Inggris diperkirakan meningkat menjadi 3.114.992. Dari angka ini Islam menjadi agama no. 2 di Inggris.

Kebanyakan mualaf di Inggris adalah perempuan kulit putih usia 20-30 tahunan. Umumnya mereka menyatakan muak dengan imoralitas dan konsumerisme.

Imoralitas di sini antara lain banyaknya penyuka alkohol dan mabuk-mabukan, kehidupan yang permisif dalam soal seks serta memiliki konsumerisme yang tidak terkendali. Beberapa lainnya beralasan masuk Islam beralasan bahwa Islam lebih kompatibel bagi Inggris.

Saat mengenal Islam, para pemuda Inggris juga merasakan sesuatu yang berbeda. Islam begitu bersih dan mengajarkan kebaikan yang dapat mengisi relung kosong jiwa mereka. Kemuakan-kemuakan yang mereka rasakan bisa terselesaikan dengan Islam. Islam pun mampu membuat jiwa-jiwa kering menjadi lembut dan penuh kasih sayang. Jauh dari gambaran labelisasi negatif yang disematkan kepada Islam. 

Tidak salah bila Islam akan menjadi inspirasi kehidupan manusia dengan ajaran-ajarannya. Islam pun akan memotivasi setiap orang untuk berbuat kebaikan. Dengan Islam pula, keadaan dunia akan lebih baik untuk menggantikan kehidupan sekuler dan liberal saat ini. 

Pengirim: Erlina YD

Pengasuh Kajian Muslimah, tinggal di Brebes

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA