Selasa, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 Desember 2019

Selasa, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 Desember 2019

Sejumlah Tokoh akan Hadir dalam Pembukaan ISEF 2019

Selasa 12 Nov 2019 08:42 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Friska Yolanda

Bank Indonesia

Bank Indonesia

Foto: Republika/Prayogi
BI berkomitmen meningkatkan cakupan kegiatan ISEF ke level internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) keenam akan mulai digelar hari ini, Selasa (12/11) hingga Sabtu (16/11). Bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, sejumlah pimpinan negara, penentu kebijakan ekonomi di Indonesia, pelaku usaha syariah, otoritas ekonomi, perbankan, dan ulama, dipastikan hadir dalam pembukaan acara.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI) Suhaedi mengatakan, kedutaan besar dan tamu undangan yang berasal dari organisasi ekonomi Islam besar juga akan datang ke pembukaan ISEF 2019. Beberapa di antaranya yakni Organisasi Kerja sama Negara-Negara Islam (OIC), Bank Pembangunan Islam (IsDB), Islamic Financial Services Board (IFSB), serta International Islamic Financial Market (IIFM).

Suhaedi menuturkan, ISEF diadakan sebagai platform nasional bagi pelaku ekonomi dan keuangan syariah Indonesia dalam mengembangkan dan mengakselerasi ekonomi syariah. "ISEF pun merupakan suatu bentuk integrasi dan kolaborasi yang menyeluruh, sistematik, dan terstruktur dari semua penggiat ekonomi syariah di Tanah Air," jelasnya kepada Republika.co.id pada Selasa.

Forum ilmiah bertaraf internasional ini, lanjutnya, akan dihadiri banyak orang dari berbagai negara, baik negara-negara mayoritas Muslim maupun non-Muslim. ISEF, kata dia, tidak hanya bertujuan berbagi pengetahuan, membahas sekaligus memecahkan tantangan ekonomi dan keuangan islam terkini, tapi juga menghasilkan komitmen bersama. Ini termasuk resolusi dan kesepakatan atas inisiatif pengembangan ekonomi syariah, aplikasi standar tata kelola ekonomi dan keuangan islam di level global, serta komitmen internasional untuk menjalin kerja sama riset dan pengembangan ekonomi syariah.

"Jadi persiapan syariah fair kali ini yaitu menghadirkan transaksi bisnis syariah serta realisasi investasi business halal dari pelaku di dalam dan luar negeri," ujar Suhaedi.

ISEF merupakan inisiasi BI yang mulai digelar sejak 2014. Para pemegang kepentingan terkait pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia turut terlibat dalam menyukseskan acara.

Pada penyelenggaraannya yang keenam tahun ini, BI berkomitmen meningkatkan cakupan kegiatan ISEF ke level internasional. ISEF bertransformasi dari agenda bersifat lokal nasional menuju level internasional, itu dilakukan demi menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi serta keuangan syariah yang unggul di dunia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA