Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Pelukan dengan Paloh, Jokowi: Koalisi Rukun

Senin 11 Nov 2019 21:11 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Joko Widodo (kiri) berpelukan dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) saat menghadiri penutupan Kongres Kedua Partai Nasdem dan HUT ke-8 Partai Nasdem di Jakarta International Teathre, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Presiden Joko Widodo (kiri) berpelukan dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) saat menghadiri penutupan Kongres Kedua Partai Nasdem dan HUT ke-8 Partai Nasdem di Jakarta International Teathre, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Jokowi mengaku cemburu saat Paloh pelukan erat dengan Sohibul.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peringatan HUT ke-8 Partai Nasdem di JiExpo Jakarta, Senin (11/11) malam. Dalam acara yang juga dihadiri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ini, Jokowi menutup pidatonya dengan mengajak Ketum Nasdem Surya Paloh berpelukan.

Baca Juga

Pelukan ini sekaligus membantah kabar yang beredar bahwa koalisi yang mengusung Jokowi tidak rukun. "Salah besar kalau ada yang menyampaikan koalisi ini sudah tidak rukun. Keliru gedhe (besar) sekali. Kita rukun-rukun saja. Nggak ada," kata Jokowi dalam sambutannya.

Soal sindirannya terkait pelukan antara Paloh dan Presiden PKS Sohibul Iman, Jokowi menyebut hal itu murni kecemburuan semata. Ia mengaku tak pernah dipeluk Ketum Nasdem itu seerat saat Paloh memeluk Sohibul.

"Kalau rangkulan itu untuk komitmen kebangsaan apa yang keliru? Sangat bagus sekali apa yang dicontohkan oleh bang Surya. Candaan seorang sahabat yang sudah dekat seperti itu biasa. Kalau saya ngomong itu, biasa, jangan ditanggapi ke sana ke sini," kata Jokowi lagi.

photo
Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman berpelukan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh usai melakukan pertemuan di Kantor DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10).


Jokowi juga mengapresiasi pidato Surya Paloh yang menyinggung betapa sayangnya dia kepada Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Hal ini menyusul insiden 'jabat tangan' antara Paloh dan Mega saat pelantikan Puan Maharani sebagai Ketua DPR. Saat itu, Mega terlihat memalingkan muka kepada Surya yang hendak mengajak salaman.

"Kalau pas Bu Mega nggak nyalami Bang Surya itu kelewatan saja. Wong saya ini kalau pas nyalamin kadang tangan saya ada yang kelewatan sering kok," kata Jokowi.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA