Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Lawan Dominasi Alipay, WeChat Pay Dekati Visa dan MasterCard

Selasa 12 Nov 2019 05:06 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Lawan Dominasi Alipay, WeChat Pay Minta Bantuan Visa hingga MasterCard. (FOTO: REUTERS/Petar Kujundzic)

Lawan Dominasi Alipay, WeChat Pay Minta Bantuan Visa hingga MasterCard. (FOTO: REUTERS/Petar Kujundzic)

Alipay begitu dominan di China sehingga WeChat Pay harus gandeng Visa dan Mastercard

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -- Tak mau kalah dengan Alipay, WeChat Pay sekarang dapat digunakan oleh pengunjung asing untuk melakukan pembayaran di China. Raksasa pembayaran China ini telah bermitra dengan Visa, MasterCard, American Express, Discover Global Network, dan JCB untuk menghubungkan kartu kredit pengunjung asing ke WeChat Pay.

Kerja sama ini menandai pertama kalinya pengunjung asing dapat menggunakan kartu kredit internasional untuk membayar dengan WeChat Pay di Negeri Tirai Bambu. Sebelumnya, WeChat Pay hanya mendukung pengguna yang memiliki kartu bank, kartu tabungan, dan kartu kredit China daratan.

Untuk mendaftar ke layanan baru ini, pengguna WeChat Pay dapat menambahkan kartu kredit internasional langsung ke dompet digital mereka di aplikasi WeChat. Metode pembayaran saat ini hanya tersedia untuk sejumlah layanan tertentu, seperti membeli tiket kereta api di China Railway 12306, transportasi online Didi atau berbelanja online melalui JD.com dan Ctrip.

Baca Juga: Pakai Perintah Suara WeChat, Nyetir Jalan Terus

Boleh dibilang WeChat Pay melakukan itu setelah Alipay menambahkan kartu kredit internasional untuk pembayaran. Namun, tawaran pembayaran untuk WeChat Pay berbeda dari Alipay karena perusahaan akan mengizinkan pengguna membayar secara langsung melalui dompet digitalnya.

Sementara Alipay menyediakan kartu prabayar untuk diisi pengguna dengan kartu internasional sebagai gantinya. Untuk kartu prabayar Alipay, jumlah minimum yang harus diisi adalah 100 yuan, dengan jumlah saldo dibatasi hingga 2.000 yuan. Sisa dana yang tersisa pada akhir 90 hari akan dikembalikan.

Menurut statistik Pemerintah China, seperti dikutip Zdnet dari Ant Financial, langkah-langkah membuka akses ke WeChat Pay dan Alipay diprediksi akan memungkinkan vendor China untuk memanfaatkan pasar potensial 30,5 juta pengunjung internasional yang melakukan perjalanan ke China tahun lalu.

Baca Juga: Alipay Gandeng Grab, Lyft, dkk, Kolaborasi Besar?

Angka ini 4,7% lebih tinggi dari 2018. Sebab wisatawan menghabiskan lebih banyak di berbagai sektor, seperti perhotelan, belanja, dan makanan, membagikan 5,1% lebih banyak tahun lalu untuk mencapai US$73,1 miliar.

Sebagai dua penyedia layanan pembayaran seluler yang dominan di China, Alipay memiliki lebih dari 53% pangsa pasar di pasar pembayaran seluler pada Q1 2019, sedangkan WeChat menjangkau sekitar 40% pasar, kata perusahaan riset lokal iResearch dalam catatannya pada Juli.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA