Wednesday, 15 Zulhijjah 1441 / 05 August 2020

Wednesday, 15 Zulhijjah 1441 / 05 August 2020

Anies: Cawagub Harus Mau Ikut Visi Gubernur

Senin 11 Nov 2019 18:31 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Ratna Puspita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Foto: ROL/Havid Al Vizki
Anies meminta cawagub DKI memiliki komitmen pada visi yang menjadi janji kampanye.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan calon wakil gubernur DKI Jakarta yang akan dipilih DPRD DKI Jakarta nanti harus mau mengikuti visinya. Anies mengutarakan hal tersebut lantaran calon wagub yang akan dipilih mendampinginya nanti tidak berproses bersama dalam kampanye. 

Baca Juga

Untuk itu, cawagub nanti seharusnya hanya komitmen menjalankan visi gubernur saja. "Kalau menurut saya, nomor satu, dia ikut pada visi Gubernur. Karena yang menjadi calon wakil itu sekarang tidak ada satu pun yang pernah ikut kampanye," kata Anies kepada wartawan, Senin (11/11).

Anies menjelaskan, calon wagub yang bersamanya sejak fase kampanye bakal meresapi isi janji kampanye. Jika sekarang, ia mengatakan, calon wagub harus belajar soal janji dan visi saat kampanye.

Karena itu, ia meminta calon wagub DKI memiliki komitmen pada visi yang menjadi janji kampanyenya. Ia juga menekankan, calon wagub harus tegak lurus pada agenda gubernur DKI.

Apabila calon wagub membawa agenda, ia khawatir akan berdampak tidak baik pada kinerja pemerintahan. "Jangan bawa agenda sendiri," imbuhnya.

Untuk itu, Anies juga mengingatkan calon wagub untuk bisa bekerja sama. Namun, ia juga percaya, calon wagub yang dipilih nantinya adalah orang-orang yang sanggup untuk kerja sama.

Soal nama yang bakal dipilih sebagai cawagub, Anies menilai hal tersebut sebagai urusan partai politik. "Biarkan mereka yang memutuskan. Saya konsentrasi pada pekerjaan saya sebagai Gubernur, dan kegiatan yang sifatnya teknokratik," paparnya.

PKS mengusulkan dua nama kadernya, yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Namun, proses pengusulan ini terhambat di DPRD DKI sehingga Partai Gerindra mengusulkan empat nama pengganti, yakni Dewan Penasihat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry J Yuliantono, Sekretaris Jenderal Gerindra Riza Patria, dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA