Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Fokus di Asia, Adidas Tutup Pabrik di Jerman dan AS

Selasa 12 Nov 2019 00:18 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Friska Yolanda

Adidas

Adidas

Foto: EPA
Pengembangan teknologi di Asia dinilai Adidas lebih efisien dan fleksibel.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Adidas berencana untuk menutup pabrik robot berteknologi tinggi di Jerman dan Amerika Serikat yang diluncurkannya untuk membawa produksi lebih dekat ke pelanggan. Perusahaan mengatakan pada Senin (11/11) bahwa mengembangkan teknologi tersebut di Asia akan membuat lebih ekonomis dan fleksibel.

Pabrik-pabrik Adidas adalah bagian dari upaya memenuhi permintaan untuk pengiriman gaya baru yang lebih cepat ke pasar-pasar utamanya dan untuk melawan kenaikan upah di Asia dan biaya pengiriman yang lebih tinggi. Awalnya, Adidas merencanakan jaringan global pabrik tersebut.

Perusahaan pakaian olahraga Jerman ini tidak memberikan rincian alasan menutup fasilitas, yang telah terbukti mahal dan sulit untuk memperluas teknologi ke produk yang berbeda. Martin Shankland, kepala operasi global Adidas, mengatakan pabrik-pabrik itu telah membantu perusahaan meningkatkan keahliannya di bidang manufaktur yang inovatif. 

"Tetapi menerapkan apa yang telah dipelajari dari pabrik itu ke para pemasok akan lebih fleksibel dan ekonomis," kata Shankland.

Adidas memulai produksi sepatu sebagian besar oleh robot di Speedfactory di kota selatan Ansbach dekat markas Bavaria di 2016 dan membuka yang lain di dekat Atlanta pada 2017. Didirikan oleh tukang sepatu asal Jerman, Adi Dassler, pada tahun 1949, Adidas telah mengalihkan sebagian besar produksinya dari Eropa ke Asia dan sekarang mengandalkan lebih dari 1 juta pekerja di pabrik-pabrik kontrak, terutama di Cina dan Vietnam.

Namun, Adidas mengatakan pada Senin produksi di kedua pabrik akan dihentikan paling lambat pada April 2020, karena berfokus pada penggunaan teknologi yang mereka rintis untuk memproduksi sepatu di dua pemasoknya di Asia. Pemasok akan menggunakan teknik-teknik untuk membuat rangkaian produk yang lebih luas dengan waktu produksi yang singkat, tidak hanya sepatu lari. Sementara Adidas akan terus menguji proses manufaktur di situs adiLab di Scheinfeld di Jerman.

Adidas akan terus bekerja dengan Oechsler, perusahaan Jerman yang mengoperasikan dua pabrik tersebut, di bidang manufaktur lainnya, seperti memproduksi sol untuk sepatu Boost yang elastis, serta sol untuk sepatu sepak bola dan sol cetak 3D canggih.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA