Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

UMM Dominasi Kemenangan Kompetisi Jembatan Indonesia

Senin 11 Nov 2019 18:06 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Dwi Murdaningsih

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mendominasi kemenangan di Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI), di Politeknik Negeri Jakarta 7-10 Nov 2019.

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mendominasi kemenangan di Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI), di Politeknik Negeri Jakarta 7-10 Nov 2019.

Foto: Dok UMM
UMM mengirimkan 4 tim dalam kompetisi ini.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Surya Team Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)  Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) berhasil mendominasi kemenangan di Politeknik Negeri Jakarta 7-10 November 2019. Meski tidak lolos sebagai juara umum, UMM mampu menjadi Juara II Nasional Jembatan Model Cable Stayed dan Jembatan Model Plengkung serta Harapan I Nasional Jembatan Baja Bersekala.

Surya Team di KJI juga mampu juara di kategori Terkokoh, Terimplementatif, dan Terlengkap. Keempat tim yakni Gajendra, Maheswara Team, Great Apollo dan Dandelion Diamond. Proposal keempatnya berhasil lolos bersaing dengan 50 tim lainnya. UMM menjadi satu-satunya kampus swasta yang berhasil lolos dan bersanding dengan perguruan tinggi negeri seperti ITS, ITB, UB, Polban, UI dan PTN lainnya.

Di kategori Jembatan Pelengkung yang diwakili Maheswara Team dengan nama jembatan Kar Jaged Bridge mendapat dua gelar sekaligus. Antara lain, Juara II dan Juara Kategori Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) Terlengkap.

Sementara di Ketegori Jembatan Cable Stayed yang diwakili Great Apollo dengan nama jembatan Tektona Bridge mendapat tiga capaian sekaligus. Capaian tersebut, yakni Juara II Nasional, Jembatan Terkokoh, dan Kategori Kesesuaian Implementasi terhadap Desain.

Yang menarik justru terjadi pada Sapeh Kerrap Bridge. Jembatan ini berhasil mendapat Juara Harapan I di kategori Rangka Baja Jalan Raya Berskala ini. Konsep jembatan ini terinspirasi dari budaya lokal Madura yakni 'Karapan Sapi'.

Sapeh Kerrap Bridge memiliki bentuk dudukan rider yang diimplementasikan pada railing. Bentuk tanduk sapi diterapkan pada pada bagian tiang lampu jalan. Jembatan ini dinilai ringan karena memiliki berat struktur kurang dari 150 kilogram. Selain itu, dianggap sangat inovatif karena ramah lingkungan dan pendistribusian beban yang efisien.

Ketua Umum Surya Team UMM, Novan Surya Adityawan mengaku sangat puas dengan raihan timnya. “Mau juara atau nggak, yang penting kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Kami tidak menyesal, meski tidak juara sekalipun. Akan kami perbaiki di ajang berikutnya. Terutama meningkatkan pemahaman terkait TOR,” katanya, dalam keterangan pers yang diterima Republika.co.id, Senin (11/11).

Di tahun 2014, UMM merupakan tuan rumah penyelenggaraan KJI yang ke-10 dan KBGI yang keenam. Sejak pertama kali diselenggarakan, kedua kegiatan ini selalu diadakan di kampus negeri.

Pada KBGI di Universitas Kristen Maranatha, Bandung, November 2015, UMM berhasil menggondol Juara Umum. UMM berhasil menggeser dominasi juara bertahan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan tim andalan tuan rumah, memperebutkan Piala Reka Cipta Griya Indonesia itu berjalan sangat kompetitif.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA