Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

PKS Memberikan Doa Bagi Pembentukan Gelora

Senin 11 Nov 2019 17:08 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Ratna Puspita

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
PKS mendoakan yang baik bagi semua pihak yang berniat membangun negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan doa bagi pembentukan Partai Gelora. Gelora yang telah mempersiapkan kepengurusan sebagai partai politik dinahkodai eks dua elite PKS, Fahri Hamzah dan Anis Matta.

Baca Juga

"Mendoakan yang baik bagi semua pihak yang berniat membangun negeri. Membangun partai itu tujuan mulia," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera melalui pesan teks, Senin (11/11).

Gelora mengklaim banyak dia antaranya kadernya merupakan kader PKS. Namun, Mardani memilih untuk tidak mengomentari bagaimana Gelora membangun formasi kadernya.

Mardani menegaskan, PKS akan fokus pada penguatan kader di Internal PKS sendiri. "Kita tidak fokus pada apa yang terjadi pada partai lain, tapi fokus membangun kekuatan kadernya. Pengalaman 20 tahun, alhamdulillah kami kian solid dan kokoh. PKS selalu diajarkan husnuzan (sangka baik)," ujar Mardani. 

Sebelumnya, penggagas Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah membenarkan ada banyak kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang pindah haluan ke partainya. Hal itu, klaim Fahri, lantaran banyak yang merasa tidak puas dengan perlakuan pengurus PKS.

"Teman-teman yang memahami bahwa di tempat yang lama itu mereka mengalami stagnasi ya, karena kebuntuan pikiran ya kan," kata Fahri saat ditemui di acara konsolidasi nasional Partai Gelora Indonesia, Kemang, Jakarta, Sabtu (9/11) lalu. 

Fahri menuding, sejumlah kader PKS justru dimusuhi ketika menemui dirinya, maupun Anies Matta. "Ketemu saya dimarahin, ketemu Pak Anis (Matta) dimarahin, nanya nggak boleh, dimarahin juga. Ya, habis gimana kalau orang sudah kayak gitu kan dibuntuin namanya," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA