Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Basuki dan Luhut Beri DOM untuk Arsitektur Jembatan Lengkung

Senin 11 Nov 2019 11:02 WIB

Rep: M Nursyamsi/ Red: Friska Yolanda

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto, dalam seremonial pengecoran terakhir jembatan lengkung bentang panjang kuningan pada proyek pelaksanaan pembangunan prasarana kereta api ringan atau light rail transit (LRT) terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi di persimpangan Jalan HR Rasuna Said dan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (11/11).

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto, dalam seremonial pengecoran terakhir jembatan lengkung bentang panjang kuningan pada proyek pelaksanaan pembangunan prasarana kereta api ringan atau light rail transit (LRT) terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi di persimpangan Jalan HR Rasuna Said dan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (11/11).

Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Jembatan lengkung LRT Jabodebek dirancang arsitektur perempuan lokal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jembatan lengkung bentang panjang kuningan pada proyek pelaksanaan pembangunan prasarana kereta api ringan atau light rail transit (LRT) terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) di persimpangan Jalan HR Rasuna Said dan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, memperoleh penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI).

Baca Juga

Karya arsitektur lokal bernama Arvilla Delitriana menuai pujian dari Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan hingga Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto mengatakan proyek LRT merupakan kebanggaan Indonesia lantaran dirancang oleh insinyur lokal yaitu Dina. Budi menyampaikan karya Dina menyisihkan rancangan konsultan dari Perancis.

"Akhirnya srikandi Indonesia, ibu Dina kita pilih," ujar Budi saat pengecoran terakhir jembatan lengkung bentang panjang kuningan pada proyek pelaksanaan pembangunan prasarana  LRT terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi di persimpangan Jalan HR Rasuna Said dan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (11/11).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut karya Arvilla sebagai prestasi yang luar biasa dan amat membanggakan. "Selamat kepada ibu yang berprestasi luar biasa. Ini membanggakan engineer Indonesia," ujar Budi. 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bahkan memberikan hadiah kepada Arvilla. "Saya akan hadiahi satu bulan dom (dana operasional menteri) saya untuk beliau," ucap Basuki. 

Basuki menilai karya yang diciptakan Arvilla tidak main-main dan patut mendapatkan apresiasi. "Ini sangat eksentrik dan mungkin bisa dipatenkan. Saya kira satu bulan dom nggak ada artinya buat pencapaian beliau," lanjut Basuki. 

Tak mau kalah dengan Basuki, Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan juga mengaku akan memberikan dom dirinya kepada Arvilla. "Tadi Pak Menteri (Basuki) kasih domnya, saya juga kasih dom saya buat ibu, saya juga nggak mau kalah, kalau Pak Erick (Thohir) diam-diam kasih lagi yang lain," kata Luhut. 

Luhut menilai hal ini merupakan bentuk apresiasi dari dia atas karya yang dibuat Arvilla. "Sebenarnya bukan uangnya, artinya wujud kebanggaan atas prestasi yang ibu torehkan, kita berdoa supaya lahir lagi srikandi atau arjuna bagi bangsa dan negara," ucap Luhut. 

Avrilla sebelumnya juga merancang jembatan kali kuto Semarang, jembatan layang khusus busway ruas Adam Malik, jembatan Pedamaran 1 dan 2, jembatan kereta api Cirebon-Kroya, dan jembatan Perawang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA