Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Pascabebas, Lula da Silva Serang Presiden Brasil

Ahad 10 Nov 2019 17:06 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Ani Nursalikah

Mantan presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dibopong pendukungnya di markas Serikat Pekerja Logam di Sao Bernardo do Campo, Brasil, Sabtu (9/11).

Mantan presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dibopong pendukungnya di markas Serikat Pekerja Logam di Sao Bernardo do Campo, Brasil, Sabtu (9/11).

Foto: AP Photo/Nelson Antoine
Lula bersumpah akan menyatukan politik kiri untuk memenangkan pemilihan 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA -- Mantan presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyerang Presiden sayap kanan Jail Bolsonaro melalui kata-katanya. Hal tersebut ia katakan dalam pidato sehari setelah dirinya bebas dari penjara.

Dilansir Huffington Post, Lula marah kepada Bolsonaro karena memiskinkan pekerja Brasil. Dia juga bersumpah akan menyatukan politik kiri untuk memenangkan pemilihan 2022.

Pidato selama 45 menit di Sao Bernardo do Campo secara luas berfokus pada bagaimana cara mengalahkan Bolsonaro, meningkatkan kondisi ekonomi kelas pekerja, dan lain sebagainya. Pidatonya berputar-putar dari menyalahkan tokoh-tokoh yang membuat dirinya dijebloskan ke penjara atas tuduhan korupsi. Bolsonaro sempat menyebut Lula sebagai seorang penjahat.

Lula, yang menjabat pada 2003-2010 juga membidik daftar panjang musuh-musuh politiknya, termasuk Bolsonaro, Menteri Ekonomi Paulo Guedes, dan Menteri Kehakiman Sergio Moro, seorang mantan hakim yang awalnya memutuskan menjerumuskan Lula di balik jeruji besi.

"Saya ingin memberi tahu mereka, saya kembali," kata pria berusia 74 tahun itu kepada ratusan pendukungnya dari Partai Buruh.

Seorang hakim memerintahkan agar Lula dibebaskan pada Jumat, sehari setelah Mahkamah Agung Brasil mengeluarkan putusan yang mengakhiri hukuman penjara wajib bagi para terduga yang dihukum setelah kehilangan banding pertama mereka. Lula dipenjara karena korupsi dengan hukuman hampir sembilan tahun. Lula dipenjara pada 2018 setelah dinyatakan bersalah menerima suap dari perusahaan konstruksi dengan imbalan kontrak publik.

Di sisi lain, Bolsonaro menanggapi bebasnya Lula kepada wartawan di Brasilia. "Jangan beri ruang untuk berkompromi dengan terpidana," katanya.

Sebelumnya, di Twitter, Bolsonaro meminta dukungan terhadap agenda pemerintahannya, termasuk pengetatan pengeluaran publik. Dia mengatakan tidak boleh membiarkan fase pemulihan Brasil berikutnya tergelincir.

Baca Juga

"Jangan memberikan amunisi kepada bajingan itu, yang untuk sementara bebas tetapi penuh rasa bersalah," kata Bolsonaro.

Bolsonaro tidak menyebut nama Lula. "Jika kita bekerja keras, pada 2022 yang disebut kiri itu, Bolsonaro sangat takut akan mengalahkan ultra-kanan," kata Lula.

Lula meninggalkan kepresidenan dengan peringkat persetujuan yang sangat tinggi. Dia tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri hingga 2025 di bawah undang-undang "Catatan Bersih" Brasil karena keyakinan menerima suap.

Namun pembebasannya diperkirakan akan memberi energi kepada kaum kiri menjelang pemilihan kota tahun depan. Kendati demikian, Lula mempertahankan kepolosannya. Pada Sabtu dia mengecam Menteri Kehakiman Moro, jaksa dan polisilah yang berbohong tentang kesalahannya karena alasan politik.

"(Saya) tidak menanggapi penjahat, dipenjara atau dibebaskan. Beberapa orang pantas diabaikan," jawab Moro di Twitter.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA