Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

Rabu, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 Desember 2019

PGN Salurkan Gas ke Kawasan Industri Pandaan

Senin 11 Nov 2019 01:00 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

 PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), anak Perusahaan Gas Negara (PGN) meluncurkan Gaslink, produk gas bumi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG), di Lampung.

PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), anak Perusahaan Gas Negara (PGN) meluncurkan Gaslink, produk gas bumi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG), di Lampung.

Foto: pgn
PGN melalui anak usahanya mengalirkan CNG ke wilayah yang belum terjangkau pipa.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak perusahaannya PT Gagas Energy Indonesia (PGN Gagas) memperluas aliran gas bumi ke industri di wilayah Kabupaten Pandaan, Jawa Timur. PGN Gagas mengalirkan Compress Natural Gas (CNG) atau gas alam terkompresi.

PGN Sales Area Head Pasuruan, Makki Nuruddin mengatakan aliran itu atas dasar permintaan PT Jaya Sejati (JS). Ia mengatakan PGN selalu siap melayani pelanggan, baik dengan instalasi pipa gas, maupun dengan CNG melalui PGN Gagas bagi calon pelanggan yang belum terjangkau infrastruktur jaringan pipa.

Gagas Energy Indonesia, kata dia, memasang CNG Gaslink dengan nilai volume kontrak 15.000 m3/bulan untuk menunjang produksi kapas sintetik yang dipasarkan ke luar pulau jawa terutama Kalimantan.

Pemilik PT Jaya Sejati, Didin mengatakan dipilihnya CNG Gaslink karena terjamin kualitasnya, serta juga penghitungan pemakaian gasnya. Gaslink merupakan CNG yang menggunakan teknologi Gas Transportation Module (GTM) hasil pengembangan PT Gagas.

Baca Juga

Sebelumnya, PGN juga mengalirkan CNG ke PT Unggul Regantris Digdjojo (URD atau Industri manufaktur peleburan dan ekstruksi aluminium profile yang ada di Menganti-Gresik, Jawa Timur.

Business & Development Manager PT URD Andre Hartawan mengatakan sebelum menggunakan gas alam, perusahaannya menggunakan bahan bakar batu bara sebagai bahan bakar utama produksi. Penggunaan batu bara, dianggap kurang efisien.

Penggunaan batu bara, kata dia, ditengarai menjadi faktor utama penyebab berbagai kendala terhadap produktivitas mesin dan kualitas produk.

"Dengan adanya gas alam sebagai sumber bahan bakar utama, kami telah rasakan secara langsung adanya peningkatan signifikan terhadap 'cleanliness' area produksi sehingga meja-meja produksi tidak mudah tertutup debu batu bara yang dapat menurunkan kualitas produk," katanya.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA