Monday, 20 Zulhijjah 1441 / 10 August 2020

Monday, 20 Zulhijjah 1441 / 10 August 2020

Puluhan Kios di Pasar Sukabumi Terbakar

Ahad 10 Nov 2019 02:00 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Muhammad Hafil

Ilustrasi Kebakaran

Ilustrasi Kebakaran

Foto: Foto : MgRol112
Upaya pemadaman dipimpin langsung wali kota Sukabumi.

REPUBLIKA.CO.ID,SUKABUMI--Puluhan kios di pasar penampungan pedagang Pasar Pelita Kota Sukabumi terbakar Sabtu (9/11) malam. Kobaran api berhasil dipadamkan beberapa jam setelah kejadian.

Keterangan yang diperoleh kebakaran terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Kebakaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WIB. Upaya pemadaman kebakaran dipimpin langsung Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi.

''Keterangan sementara kebakaran terjadi akibat hubungan pendek arus listrik di atas toko parpum,'' ujar Wakapolres Sukabumi Kota Kompol Sulaeman Salim kepada wartawan. Namun penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

Menurut Sulaeman, laporan yang diterimanya kios atau lapak yang terbakar mencapai sekitar 30 unit. Namun hingga kini masih dalam pendataan secara pasti.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, uplpaya pemadaman dengan menerjunkan sebanyak enam mobil damkar dari Kota Sukabumi dan dua unit dari damkar Kabupaten Sukabumi. '' Kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WIB,'' ujar dia.

Data sementara satu blok pasar terbakar yang diperkirakan ada sebanyak 45 kios atau lapak dan yang aktif ditempati pedagang sekitar 10 unit. Namun untuk memastikannya akan dilakukan pemetaan lebih lanjut.

Penyebab kebakaran kata Fahmi, masih ditelusuri. Namun kejadian ini dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa dan kerugian materiil masih diinventarisir.

Setelah kejadian lanjut Fahmi, pemkot akan melakukan pemetaan dan langkah penanganan untuk pedagang yang terdampak kebakaran. Sebabnya saat ini masih fokus pada upaya pendinginan kebakaran.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA