Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Pemerintah Jadikan Malaysia Hub Penjaring Wisman Timteng

Sabtu 09 Nov 2019 07:49 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nur Aini

Kegiatan Rafting wisatawan Timur Tengah bersama dengan Kementerian Pariwisata di kawasan Ubud, Bali.

Kegiatan Rafting wisatawan Timur Tengah bersama dengan Kementerian Pariwisata di kawasan Ubud, Bali.

Foto: Dok: Kementerian Pariwisata
Indonesia membuat program sales call dan gathering maskapai dan biro wisata Malaysia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menetapkan Malaysia sebagai hub untuk menjaring wisatawan asal Arab Saudi dan Timur Tengah.

Baca Juga

Salah satu upaya yang dilakukan yakni lewat penyelenggaraan sales call dan gathering bersama maskapai dan biro perjalanan Malaysia di Kuala Lumpur, Malaysia, hingga 11 November 2019 mendatang.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenparekraf Nia Niscaya mengatakan, tourism hub adalah salah satu program super extra ordinary efforts yang efektif dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisman dan sudah menunjukkan hasilnya.

“Program tourism hub memang mengoptimalkan Malaysia sebagai hub bagi wisatawan Asal Arab Saudi dan Timur Tengah. Mekanisme yang diterapkan adalah dengan melibatkan semua agen perjalanan baik dari Malaysia dan juga Indonesia serta dukungan maskapai dengan membuat paket dua negara yaitu Malaysia dan Indonesia,” kata Nia dalam keterangannya, Jumat (8/11) malam.

Ia menyampaikan, pada 2018 lalu, kunjungan wisatawan asal Arab Saudi dan Timur Tengah ke Malaysia naik 11,27 persen dibanding dengan tahun 2017.

Kuala Lumpur menghubungkan langsung 15 destinasi Indonesia, sehingga diharapkan wisatawan asal Arab Saudi dan Timur Tengah yang berkunjung ke Malaysia dapat melanjutkan kunjungannya dari Kuala Lumpur ke berbagai destinasi Indonesia dengan memanfaatkan penerbangan langsung yang ada.

Program tersebut, kata dia, tentu memberikan pilihan bagi wisatawan asal Arab Saudi dan Timur Tengah yang dikenal memiliki waktu tinggal yang panjang sampai dengan 14 hari.

Program gathering dalam rangka tourism hub Malaysia untuk menggaet wisman Arab Saudi dan Timur Tengah merupakan yang kedua kali dilaksanakan di mana pada Agustus 2019 program serupa juga telah dilaksanakan.

Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional III Kemenparekraf, Sigit Witjaksono menjelaskan, dari pertemuan pertama, pihaknya sudah menindaklanjuti kerja sama dengan beberapa airlines yaitu Oman Air dan Saudi Airlines melalui pelaksanaan program Famtrip.

“Pelaksanaan Torusim Hub Malaysia kali ini diharapkan lebih dapat mempertemukan travel agent Malaysia dan Indonesia untuk membuat paket dua negara tentunya lengkap dengan dukungan airlines,” kata Sigit.

Pelaksanan program tourism hub telah dimulai dengan kegiatan Sales Call mengunjungi airlines di Malaysia yaitu Oman Air, Malindo, dan Saudi Airlines pada 7 November 2019. Kemudian akan dilanjut dengan pertemuan dengan Malaysia Inbound Tourism Association (MITA) dalam rangka kerja sama pembuatan paket dua negara.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA