Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Banyak yang Belum Paham Etika Dunia IT

Sabtu 09 Nov 2019 05:55 WIB

Red: Irwan Kelana

Pelaksanaan pengabdian masyarakat oleh dosen-dosen STMIK Nusa Mandiri yang berlangsung di berlangsung di kampus STMIK Nusa Mandiri, Jl Damai No. 8, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sabtu (2/11).

Pelaksanaan pengabdian masyarakat oleh dosen-dosen STMIK Nusa Mandiri yang berlangsung di berlangsung di kampus STMIK Nusa Mandiri, Jl Damai No. 8, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sabtu (2/11).

Foto: Dok STMIK Nusa Mandiri
Dosen STMIK Nusa Mandiri mengedukasi remaja tentang pentingnya etika dalam IT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dosen Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Nusa Mandiri memberikan pembelajaran tentang etika dalam bidang Informasi Teknologi (IT). Kegiatan ini sebagai bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dijalankan bagi seluruh dosen perguruan tinggi. Acara berlangsung di kampus STMIK Nusa Mandiri, Jl Damai No. 8, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (2/11).

Achmad Rifai, selaku ketua pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini mengatakan,  pembelajaran etika dalam dunia IT sangatlah penting bagi para remaja saat ini.

“Karena di  era digital saat ini penggunaan internet sudah sangat mudah di akses oleh sertiap kalangan masyarakat,  tetapi banyak  yang belum memahami etika dalam dunia IT,” kata Rifai dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Jumat (8/11).

Rifai  menambahkan,  saat ini banyak sekali berita  hoaks  tersebar. Tindakan seperti ini bisa saja sengaja dibuat untuk menguntungkan salah satu oknum dan disebarkan melalui media yang tidak jelas sumber beritanya.

“Maka dari itu,  penting  memberikan edukasi mengenai etika dalam dunia IT. Kali ini kami memilih remaja yang tergabung kedalam organisasi karang taruna Ragunan, Pasar Minggu untuk menjadi pesertanya,” jelas Rifai.

photo
Suasana edukasi mengenai etika dalam dunia IT yang diadakan oleh dosen STMIK Nusa Mandiri.
Lebih lanjut, ia memaparkan, remaja Karang Taruna perlu diberikan edukasi ini agar mereka tidak menjadi korban berita hoaks  dan tidak menjadi tokoh penyebar hoaks.

"Kami berharap,  kegiatan ini bisa bermanfaat bagi remaja Karang Taruna.  Sehingga,  remaja Karang Taruna yang hadir dapat menjadi perantara informasi mengenai etika di dalam dunia IT  sampai ke masyarakat khususnya masyarakat di sekitar wilayah Ragunan, Pasar Minggu," papar Rifai.

Ia menjelaskan,  segala aktivitas yang dilakukan dalam dunia IT memiliki aturan dan undang-undang yang mengaturnya.  Begitu pula di Indonesia,  yang salah satunya dikenal sebagai UU ITE.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA