Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

UGM 9 Tahun Perjuangkan Sardjito Sebagai Pahlawan Nasional

Jumat 08 Nov 2019 16:07 WIB

Red: Ani Nursalikah

Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM).

Foto: Republika/Wahyu Suryana
Sardjito fokus dan aktif di bidang pendidikan seperti di Budi Utomo.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Universitas Gadjah Mada ( ugm ) menyambut gembira penganugerahan gelar pahlawan -nasional">pahlawan nasional untuk Prof M. Sardjito karena telah memperjuangkan pengusulan gelar itu sejak sembilan tahun silam. "Pada 2011 tim mulai dan Juli 2012 sudah ada surat pengusulan," kata salah satu anggota tim pengusul, Prof Sutaryo, melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Jumat (8/11).

Dia menjelaskan, Sardjito yang juga Rektor pertama UGM merupakan sosok ilmuwan pejuang sekaligus pejuang ilmuwan. Sardjito fokus dan aktif waktu itu di bidang pendidikan seperti di Budi Utomo.

Sardjito juga sebagai peletak Pancasila sebagai dasar perguruan tinggi di Indonesia. Ia juga dikenal sebagai pendiri Palang Merah Indonesia (PMI) dan banyak meneliti obat-obatan bagi rakyat dan pejuang kemerdekaan.

"Ya sarjana komplet. Aktif di sosial, budaya, perdamaian dan seni rupa juga," katanya.

Rektor UGM Prof Panut Mulyono mengaku bangga dengan gelar Pahlawan Nasional bagi almarhum Prof Sardjito. "Semoga kita dapat meneladani semangat dan ketulusan almarhum dalam berjuang bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Almarhum Prof Sardjito adalah ilmuwan pejuang dan pejuang ilmuwan," kata dia.

Anugerah itu juga disambut bahagia keluarga almarhum Sardjito. Budhi Santoso, salah satu keluarga Sardjito, merasa bahagia dengan anugerah tersebut.

Mewakili keluarga, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang telah berusaha secara maksimal memperjuangkan Sardjito sebagai Pahlawan Nasional. "Ini anugerah istimewa bagi keluarga. Atas nama keluarga kami mengucapkan terima kasih kepada tim yang telah memperjuangkan pemberian gelar tersebut," kata doa.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA