Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Malas Masuk Grup di WhatsApp? Bisa Pakai Fitur Ini

Ahad 10 Nov 2019 08:46 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

WhatsApp Kenalkan Fitur Baru, Kalau Ogah Masuk Grup Bisa Pakai Cara ini. (FOTO: BBC)

WhatsApp Kenalkan Fitur Baru, Kalau Ogah Masuk Grup Bisa Pakai Cara ini. (FOTO: BBC)

WhatsApp kenalkan fitur baru dan jika ogah masuk grup bisa pakai cara ini

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -- WhatsApp membuat fitur privasi terbaru berupa kendali bagi pemilik akun untuk menentukan siapa saja yang bisa mengundang pemilik akun itu untuk masuk ke sebuah grup.

Baca Juga: wartaekonomi.co.id/read255481/whatsapp-diinfeksi-nso-menkominfo-di-indonesia-belum-ada.html">WhatsApp Diinfeksi NSO, Menkominfo: Di Indonesia Belum Ada

Pengguna bisa mengatur jika tidak ingin diundang masuk ke sebuah grup oleh orang tertentu yang berada di daftar kontak. Sebaliknya, pengguna juga bisa mengatur bahwa mereka mau diundang masuk ke grup oleh siapa saja dalam kontaknya.

Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari mengatakan fitur ini merupakan langkah pencegahan agar pengguna tidak terjebak masuk ke dalam sebuah grup WhatsApp yang tidak dikehendaki.

Hattari mengatakan saat ini ia belum bisa menjelaskan seperti apa efektivitas setelan privasi terbaru di WhatsApp untuk mengurangi mis-informasi karena fitur itu baru diluncurkan.

"Itu adalah langkah preventif. Tapi, kalau untuk mengukur dampaknya sangat sulit karena mis-informasi dan bagaimana itu dicerna oleh pengguna berbeda, sangat relatif," kata Ruben.

Setelan privasi untuk membatasi undangan masuk grup dirilis secara global mulai Kamis dan secara bertahap hingga dalam sepekan seluruh pengguna akan mendapatkan fitur itu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA