Saturday, 18 Sya'ban 1441 / 11 April 2020

Saturday, 18 Sya'ban 1441 / 11 April 2020

Pergunu: Pendidikan Perlu Perkuat Budaya dan Kearifan Lokal

Kamis 07 Nov 2019 09:32 WIB

Red: Agung Sasongko

Ketua Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama, Aris Adi Leksono disela Fokus Grup Discussion (FGD) tentang Problematikan Pendidikan

Ketua Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama, Aris Adi Leksono disela Fokus Grup Discussion (FGD) tentang Problematikan Pendidikan

Foto: Dok Pergunu
Pergunu menilai jati diri bangsa harus menjadi dasar kreativitas dan inovasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama, Aris Adi Leksono mengapresiasi visi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makariem. “Kami, Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama mengapresiasi visi Nadiem sebagai leader pendidikan di Indonesia, yang orientasinya lebih banyak menjawab tantangan revolusi industri 4.0, kata dia, dalam siaran persnya, Kamis (7/11).

Namun perlu dipahami dunia pendidikan, kata dia,  juga harus memperhatikan kondisi dan potensi kewilayahan Indonesia.  Pendidikan juga tidak lepas dari pengembangan budaya dan kearifan lokal Indonesia yang beragam. "Yang sesungguhnya, jika dikelolah dengan baik akan menjadi potensi yang luar biasa”, terang Aris

Lebih lanjut, Aris yang juga merupakan Kepala Pusat Kajian Teknologi dan Lingkungan Intitute K.H. Abdul Chalim, Mojokerto mengusulkan agar Presiden RI, Jowo Widodo menunjuk Wakil Menteri untuk membantu Nadiem Makarim dalam kerja-kerja memahami kondisi kewilayan, budaya dan kearifan lokal.

Menurutnya, kemajuan global harus direspon dengan cepat, tapi jati diri bangsa harus menjadi dasar setiap kreativitas dan Inovasi, jangan sampai budaya dan kearifan global justru tergerus karena tren globalisasi.

"Dalam konteks usulan siapa dan kreterianya seperti apa, Pergunu yakin Presiden sangat berpengalaman memilihnya," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA