Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Hampir Seluruh Wilayah Indonesia Masuki Musim Pancaroba

Rabu 06 Nov 2019 17:32 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Pekerja menyelesaikan pembangunan turap Kali Ancol di Jakarta, Kamis (31/10/2019). Pemasangan turap tersebut untuk menguatkan tanggul serta mengantisipasi banjir saat musim hujan.

Pekerja menyelesaikan pembangunan turap Kali Ancol di Jakarta, Kamis (31/10/2019). Pemasangan turap tersebut untuk menguatkan tanggul serta mengantisipasi banjir saat musim hujan.

Foto: Antara/Wahyu Putro A
Masyarakat diminta mewaspadai potensi bencana alam saat musim pancaroba.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, hampir seluruh wilayah di Indonesia mulai memasuki musim pancaroba. Potensi terjadinya cuaca ekstrem pun perlu diwaspadai masyarakat.

"Boleh dikatakan hampir seluruh wilayah di Indonesia memasuki musim pancaroba, khususnya yang zona di bagian utara," kata Kepala Pusat Data Informasi (Kapusdatin) dan Hubungan Masyarakat BNPB Agus Wibowo saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Mulai dari utara Pulau Sumatra, yaitu Provinsi Aceh, Sumatra Utara, hingga Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara sudah masuk musim hujan. Sementara, daerah lainnya yaitu Provinsi Jambi, Sumatra Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi, dan lainnya memasuki musim pancaroba yang perlu diwaspadai.

Memasuki musim pancaroba, berbagai cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi. Hujan deras disertai badai dan petir, banjir bandang, tanah longsor hingga hujan es bisa saja melanda.

"Masyarakat perlu mengetahui apa saja potensi yang bisa terjadi akibat dari peralihan musim ini sehingga bisa lebih waspada," katanya.

Agus menjelaskna, hujan deras yang mengguyur Ibu Kota pada Selasa malam (5/11), tidak ada menimbulkan banjir. Namun, masyarakat diminta tetap waspada.

Senada dengan itu, Kasubid Analisis Informasi Iklim BMKG Adi Ripaldi mengatakan peralihan musim kemarau ke musim hujan biasanya ditandai dengan cauca ekstrem.
Fenomena ekstrem itu biasanya perubahan cuaca cepat.

"Pagi hingga siang panas terik dan sore tiba-tiba hujan deras disertai petir," kata dia.

Fenomena ekstrem tersebut, menurutnya, kadang berlangsung dalam durasi cukup singkat. Dampaknya dapat berupa hujan deras, banjir, hingga menyebabkan pohon tumbang, dan lain sebagainya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA