Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Enam Korban Sekolah Roboh di Pasuruan Masih Dirawat

Rabu 06 Nov 2019 16:25 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Muhammad Hafil

Keadaan ruangan kelas yang ambruk di SDN Gentong Kota Pasuruan, Rabu (6/11).

Keadaan ruangan kelas yang ambruk di SDN Gentong Kota Pasuruan, Rabu (6/11).

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Kondisi korban sekolah roboh di Pasuruan sudah membaik.

REPUBLIKA.CO.ID,PASURUAN -- Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr R Soedarsono, Tina Soelistiani mengungkapkan, enam korban kerobohan SDN Gentong masih dirawat hingga Rabu (6/11). Meski demikian, Tina memastikan, kondisi kesehatan fisik para korban sudah mulai membaik.

Baca Juga

"Kondisinya sudah membaik dari berita barusan yang saya tanya. Jadi ada enam orang dirawat, ada yang bisa dipulangkan besok pagi dan Jumat lusa," kata Tina saat ditemui Republika di RSUD dr R Soedarsono, Kota Pasuruan, Rabu (6/11).

Dari enam korban, dua di antaranya harus mengalami operasi ringan. Operasi diperlukan karena satu korban mengalami patah kaki. Sementara satu korban operasi lainnya bermasalah pada tulang ibu jari di tangan kanan. 

Untuk korban lainnya, Tina menyatakan, mereka hanya mengalami luka ringan. "Tapi masih harus diobservasi sehingga harus diinapkan. Kalau sudah tidak apa-apa, bisa pulang dengan pemilihan rawat jalan. Atau, kontrol di poliklinik," katanya.

Adapun perihal terapi psikologis, Tina mengaku, pihaknya belum melakukan secara resmi. Pasalnya, terapi ini memerlukan dokter spesialis jiwa, psikiater maupun psikolog. Terlebih, Tina mengklaim, tidak menemukan korban dengan masalah kejiwaan atas peristiwa tersebut.

"Intinya, kami belum sampai ke situ. Tapi kami dari RS akan selalu berkoordinasi dengan Pemkot untuk kelanjutan pasien. Tidak hanya untuk yang masih dirawat di sini, tapi pasien lain yang sudah pulang. Atau dengan korban yang belum atau tidak dirawat," jelasnya. 

Atap empat ruangan kelas di SDN Gentong Kota Pasuruan mengalami keruntuhan pada Selasa pagi (5/11). Kejadian ini mengakibatkan 15 orang luka ringan dan berat serta dua orang meninggal dunia. Korban yang meninggal antara lain siswi kelas II dan guru.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA