Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Conte: Kekalahan Inter dari Dortmund Seperti Lawan Barcelona

Rabu 06 Nov 2019 07:49 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Israr Itah

Antonio Conte

Antonio Conte

Foto: EPA-EFE/Wallace Woon
Saat lawan Barcelona, Inter mendominasi pertandingan pada babak pertama.

REPUBLIKA.CO.ID, DORTMUND -- Antonio Conte kecewa dan penasaran dengan kekalahan Inter 2-3 dari Borussia Dortmund pada laga keempat Grup F Liga Champions, Rabu (6/11). Menurut Conte, seperti saat lawan Barcelona, Inter mendominasi pertandingan pada babak pertama dan unggul lebih dulu untuk kemudian tumbang pada babak kedua.

Baca Juga

Kali ini, Inter sempat unggul 2-0 lewat gol Lautaro Martinez dan Matias Vecino. Namun dua gol dari Achraf Hakimi dan satu dari Julian Brandt membuat Inter kembali takluk pada laga tandang. 

"Itu sama seperti yang terjadi di Barcelona. Faktanya, kali ini lebih buruk, setelah unggul dua gol. Itu mengecewakan," kata Conte, dikutip dari Football Italia, Rabu.

Namun, Conte tidak ingin menyalahkan pemainnya. Menurut dia, Inter sedang dalam proses untuk tumbuh menjadi lebih kuat. Bahkan, ia tidak ingin mencari pembelaan perihal timnya bisa kebobolan tiga gol pada babak kedua. Ia hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada pemain yang telah melakukan segalanya selama pertandingan. 

"Mereka tidak bisa memberikan lebih dari ini. (kekalahan) Ini sangat menggangu saya dan saya berharap ini juga mengganggu pemain," ujar Conte. 

Setelah pulang ke Milan, lanjut Conte, tidak ada yang bisa dilakukan selain kembali bekerja keras. Namun, ia juga berharap direktur klub datang dan memberikan kabar baik soal transfer pemain. Apalagi, kata dia, Inter telah membuktikan bisa memberikan masalah pada semua tim jika sedang tampil baik. 

"Tapi ada pemain yang terus main tanpa henti. Saya muak mengatakan ini. Anda bisa mengambil kesimpulan dari babak kedua," kata dia.

Conte kesal dengan cara klub membangun timnya pada musim ini. Menurut dia, Inter bisa besar jika pembentukan tim direncanakan lebih baik, terutama soal transfer pemain. Ia mengingatkan, tak ada pemain di timnya saat ini yang pernah meraih gelar juara selain bek Diego Godin yang sebelumnya memperkuat Atletico Madrid. Ia merasa pemain yang dimilikinya sekarang sudah mencapai batas maksimal kemampuan mereka dan tak bisa dipaksa lebih baik lagi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA