Tuesday, 16 Zulqaidah 1441 / 07 July 2020

Tuesday, 16 Zulqaidah 1441 / 07 July 2020

Erdogan: YPG Kurdi Belum Tinggalkan Zona Aman Suriah

Rabu 06 Nov 2019 00:38 WIB

Red: Ani Nursalikah

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Foto: PA-EFE/KAYHAN OZER
Turki membuat 2 kesepakatan dengan AS dan Rusia supaya YPG mundur dari zona aman.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan milisi YPG Kurdi belum menarik diri dari beberapa kawasan perbatasan Suriah dan pasukan Amerika Serikat (AS) masih melakukan patroli bersama dengan kelompok itu. Menurut Turki, hal itu bertentangan dengan sebuah kesepakatan yang dibuat di antara mereka.

Ia berbicara sementara tentara Turki dan Rusia di kendaraan-kendaraan lapis baja mengadakan patroli darat bersama di bagian utara Suriah dekat Kota Kobani. Turki dan Rusia, berdasarkan kesepakatan, akan mengusir YPG sejauh 30 Km dari perbatasan Turki.

Hampir sebulan, Turki dan para sekutu pemberontak Suriah melancarkan ofensif lintas batas terhadap para pejuang YPG, dan merebut kendali 120 Km lahan sepanjang perbatasan itu. Turki membuat dua kesepakatan terpisah dengan AS dan Rusia supaya YPG mundur dari zona aman yang direncanakannya untuk dibentuk di kawasan itu.

Sementara Washington dan Moskow mengatakan para pejuang itu sudah meninggalkan kawasan perbatasan, Erdogan menyatakan hal berbeda dari pernyataan tersebut. "Kawasan-kawasan ini belum bersih dari para teroris. Para teroris belum keluar dari Tel Rifaat atau Manbij," ujar Erdogan, yang merujuk dua kota di kawasan perbatasan bagian barat tempat katanya para petempur YPG masih berada di sana.

Erdogan mengatakan di parlemen, mereka masih berada di timur Ras al Ain, sebuah kota yang dijadikan sasaran oleh Turki untuk masuk ke wilayah Suriah. Menurut dia, Turki akan mematuhi kesepakatan-kesepakatan sepanjang Washington dan Moskow memegang janji mereka.

Ia kemudian mengatakan kepada wartawan, pasukan AS masih mengadakan patroli bersama dengan YPG di dalam jalur perbatasan 30 Km dari milisi itu seharusnya mundur. "Bagaimana kami dapat jelaskan Amerika mengadakan patroli dengan organisasi teroris di kawasan ini bahkan mereka telah membuat keputusan untuk mundur? Ini bukan persetujuan kami," katanya.

Ankara memandang YPG organisasi teroris karena hubungannya dengan para milisi yang melancarkan pemberontakan di bagian tenggara Turki sejak 1984. Dukungan AS bagi YPG, yang merupakan sekutu utama dalam pertempuran melawan ISIS telah membuat marah Turki.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA