Selasa, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 Januari 2020

Selasa, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 Januari 2020

Anak pada Masa Depan Harus Mampu Beradaptasi

Rabu 06 Nov 2019 00:16 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Indira Rezkisari

Sejumlah murid PAUD Tunas Bina saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar di Masjid Al-Ikhlas, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (30/10).

Sejumlah murid PAUD Tunas Bina saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar di Masjid Al-Ikhlas, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (30/10).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Anak harus disiapkan sejak dini untuk mampu beradaptasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Harris Iskandar mengatakan tantangan anak Indonesia ke depan masih belum diketahui secara pasti. Oleh sebab itu, mulai dari saat ini perlu disiapkan mental yang siap beradaptasi sejak usia dini.

"Kita kan tidak tahu masa depan. Yang bisa kita tahu itu ketidakjelasan itu. Okeh karena itu, karakter yang adaptif dengan situasi, karakter yang mempunyai daya juang yang tinggi. Itu yang harus kita kejar," kata Harris saat ditemui usai Seminar Internasional PAUD dan Dikmas, di Hotel Millennium, Jakarta, Selasa (5/11).

Untuk mempersiapkan itu semua, Harris menuturkan harus ada keseimbangan antara pendidikan karakter moral dan karakter kinerja. Menurut Harris, selama ini pendidikan sering lalai karena terlalu fokus pada peningkatan pendidikan moral.

Pendidikan moral yang dimaksud antara lain adalah percaya pada Tuhan Yang Maha Esa dan cinta Tanah Air. Kedua hal itu baru menyinggung pendidikan karakter moral belum kepada etos kerja.

"Revolusi mental kita harapkan manusia Indonesia yang produktif, yang punya integritas, etos kerja yang tinggi dan juga gotong royong. Itu yang ingin kita bentuk sejak kecil. Kita seringkali lalai dengan membangun etos kerja yang baik itu, yang tahan banting, yang inisiatif dan tidak mudah menyerah dan juga gotong royong itu sangat penting," kata dia lagi.

Sebenarnya, kata Harris semua nilai kebaikan sudah tertanam sejak anak masih kecil. Saat ini tugas guru dan pendidik untuk menstimulus nilai-nilai tersebut agar bisa berkembang dengan baik.

"Kalau menurut Ki Hajar karakter baik di setiap anak sudah ada. Kita, guru, pendidik itu tinggal menstimulus supaya itu tumbuh berkembang," kata dia.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA