Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Kamboja Bergabung dengan WZF

Selasa 05 Nov 2019 17:00 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agung Sasongko

Muslim Kamboja sedang silaturahim.

Muslim Kamboja sedang silaturahim.

Foto: thecmdf.org
Di Kamboja, terdapat populasi Muslim sekitar 5 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Anggota World Zakat Forum (WZF), bertambah kembali. Semula, jumlahnya ada 33 negara. Namun, Rusia dan Kamboja telah menyatakan diri untuk bergabung dengan gerakan penghimpunan zakat dunia tersebut. 

Menurut Sekretaris Jenderal WZF Bambang Soedibyo, kedua negara tersebut memutuskan untuk bergabung seirinh terus bertumbuhnya penduduk muslim serta adanya kebebasan beragama di negara tersebut.

"Ya kedua negara tersebut telah memastikan kesediaannya untuk bergabung dengan WZF," ujar Bambang, usai membuka WZF International Conference 2019, di Bandung, Selasa (5/11).

Bambang mengatakan, di Rusia terdapat 8-9 juta penduduk muslim, angka yang cukup besar. "Di Rusia 10 persen penduduk muslimnya. Di Kamboja sekitar 5 persen," katanya.

Menurutnya, jangan dianggap remeh saat ini penduduk Rusia dan Kamboja menikmati kebebasan beragama. Bahkan, di kedua negara itupun terdapat lembaga khusus pengelola zakat. 

"Bahkan di Kamboja ada menteri urusan Islam. Artinya perhatian pemerintahnya sangat baik," katanya.

Keberadaan zakat ini, kata dia, sangat penting untuk menjadi jaring pengaman sosial di tengah-tengah kesulitan perekonomian global. Ia berpendapat, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat ini perekonomian ekonomi dunia akan goyang sehingga bisa menimbulkan angka kemiskinan baru.

Melalui penghimpunan zakat ini, diharapkan mampu meminimalisasi dampak perlambatan ekonomi dunia. "Venezuela, Afrika Selatan, Turki, Argentina, sudah mengalami krisis.  Bahkan ekonomi besar seperti Amerika, eropa dengan motor besarnya Jerman dan Inggris, China, sudah mengalami perlambatan ekonomi," katanya.

Adapun negara-negara perwakilan WZF tersebut, adalah Bangladesh, Bahrain, Bosnia-Herzegovina, Brunei Darussalam, Egypt, India, Indonesia, Yordania, Kuwait, Malaysia, Morocco, Nigeria, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Afrika Selatan, Sudan, Uganda, Amerika, Inggris, Turki, Vietnam, Australia, Srilanka, Kazakhstan, Ghana, Maladewa, Senegal, Liberia, Togo, Benin, dan Sierra Leon. Kemudian menjadi 33 negara setelah Maladewa bergabung menjadi negara anggota WZF. N Arie Lukihardianti

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA