Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

HRW : Uni Emirat Arab Kerap Abaikan Napi Penderita HIV/Aids

Selasa 05 Nov 2019 12:28 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

Positif mengidap HIV (ilustrasi)

Positif mengidap HIV (ilustrasi)

Uni Emirat dituding mengabaikan hak napi penderita HIV/Aids.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI— Kelompok hak asasi manusia Human Rights Watch (HRW) mengatakan warga asing yang ditahan di Uni Emirat Arab sering kali tidak mendapatkan akses atas obat HIV yang sangat dibutuhkan tahanan. 

Baca Juga

Mantan tahanan di penjara di Dubai mengaku pada HRW obat kerap kali terlambat, tertahan atau sama sekali tidak diberikan.

Panduan hak asasi manusia di penjara mengatakan tahanan memiliki hak untuk mendapatkan perawatan medis. HRW mengatakan tahanan asing di Penjara Al Awir tidak mendapatkan akses kesehatan yang sama dengan tahanan Uni Emirat Arab.

"Uni Emirat Arab memiliki kewajiban untuk memberikan perawatan kesehatan, termasuk obat atiretroviral, ke semua tahanan yang mereka tahan tanpa diskriminasi," kata deputi direktur HRW Timur Tengah Michael Page, seperti dilansir dari BBC, Selasa (5/11).

Mantan tahanan Al Awir yang positif HIV mengatakan mereka dites setiap tiga sampai enam bulan sekali. Tapi tidak ada jaminan mereka mendapatkan akses ke obat yang mereka butuhkan.

Tahanan yang positif HIV kerap dipisahkan dengan tahanan lainnya. Mereka kerap mengalami stigma dan diskriminasi.

Salah satu sumber memberitahu HRW baru-baru ini ada tahanan yang sakit selama empat bulan tanpa mendapatkan akses terhadap perawatan kesehatan sama sekali. Tes menunjukan tahanan itu menderita Aids.

Sebagai anggota PBB, Uni Emirat Arab berkomitmen untuk mengakhiri wabah Aids pada  2030. PBB menetapkan narapidana memiliki hak untuk mendapatkan akses terhadap perawatan kesehatan.

Pada awal tahun ini pakar dari PBB mengecam buruknya kondisi tempat aktivis Uni Emirat Arab ditahan. Mereka mengatakan Ahmed Mansoor yang ditahan karena dituduh 'memfitnah' negara di media sosial tidak memiliki tempat tidur di selnya.   Ia sempat ditempatkan di sel soliter dalam waktu lama. Ada kemungkinan Mansoor juga mengalami penyiksaan. n Lintar Satria

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA