Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Honda Gandeng Vattenfall Sediakan Tarif Listrik Fleksibel

Selasa 05 Nov 2019 11:09 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Nora Azizah

Logo Honda

Logo Honda

Kedua perusahaan mengembangkan dan memasarkan tarif listrik yang fleksibel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Honda secara resmi mengumumkan kolaborasi dengan Vattenfall yang merupakan salah satu pemasok energi terkemuka di Eropa. Kerja sama ini dilakukan untuk menyediakan tarif listrik fleksibel yang khusus dirancang untuk pemilik kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Eropa.

Pemimpin Proyek Manajemen Energi Honda Motor Europe, Jorgen Pluym mengatakan, kemitraan ini menandai sejarah penting bagi Honda dalam pengembangan bisnis manajemen energi yang menjadi pilar penting dari strategi Visi Elektrifikasi (Electric Vision) Honda di Eropa.

“Kolaborasi ini adalah pilar utama untuk mewujudkan bisnis manajemen energi kami untuk Eropa. Bermitra dengan Vattenfall akan memungkinkan kami untuk menyediakan teknologi pengisian biaya yang efektif untuk pemilik kendaraan listrik, dengan tetap memaksimalkan penggunaan energi terbarukan,” kata Jorgen dalam keterangan pers kepada Republika, Senin (4/11).

Dalam surat yang ditandatangani pada 23 Oktober 2019 itu, kedua perusahaan menyepakati tujuan untuk bersama-sama mengembangkan dan memasarkan tarif listrik yang fleksibel, yang akan menghasilkan waktu dan biaya yang paling efektif untuk kendaraan listrik. Kerjasama ini juga mendorong penggunaan listrik yang dihasilkan melalui sumber energi terbarukan, termasuk dari sumber tenaga air dan angin.

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan visi Honda untuk pasokan energi masa depan yang berkelanjutan. Layanan ini sendiri akan tersedia mulai di Inggris dan Jerman pada tahun 2020 dan akan dianjutkan ke negara-negara Eropa lainnya.

Lewat kesepakatan ini, Vattenfall juga akan bertanggung jawab untuk pemasangan titik pengisian daya domestik Honda Power Charger, dengan output maksimum 7.4kW atau 22kW. Melalui titik pengisian daya berkekuatan 22kW tersebut, pemilik mobil elektrik Honda e dapat mengisi daya hingga kapasitas 100 persen dalam 4,1 jam, jauh lebih cepat dibandingkan pengisian melalui stop kontak standar.

Kepala Vattenfall E-mobilitas, Tomas Björnsson, mengatakan, tujuan utama kerja sama ini adalah untuk memudahkan pengemudi EV di seluruh Eropa barat laut. “Kemitraan penting ini menunjukkan bahwa nantinya pengguna EV dapat dengan mudah berkontribusi dalam menciptakan kendaraan ramah lingkungan yang didukung oleh energi terbarukan dengan biaya yang rendah,” kata Tomas.

Vattenfall sendiri adalah perusahaan energi Swedia yang sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Swedia. Pasar utama dari perusahaan ini adalah Swedia, Jerman, Belanda, Denmark, dan Inggris. Vattenfall mengoperasikan banyak pembangkit listrik tenaga air, angin, dan matahari dan salah satu ladang angin lepas pantai terbesar di dunia yang terletak di Thanet, Inggris.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA