Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Telkomsel Operasikan 14.990 BTS di Wilayah 3T

Selasa 05 Nov 2019 10:13 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolanda

Pekerja melakukan penggantian antena pada menara BTS Telkomsel di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat (17/11). Telkomsel berencana menambah kapasitas jaringan pita lebar atau

Pekerja melakukan penggantian antena pada menara BTS Telkomsel di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat (17/11). Telkomsel berencana menambah kapasitas jaringan pita lebar atau

Foto: Rekotomo/Antara
Sebanyak 5.300 BTS di antaranya berada di wilayah perbatasan dengan negara lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Operator seluler, Telkomsel telah mengoperasikan lebih dari 14.990 unit base transceiver station (BTS) yang berlokasi di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) terutama di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia hingga periode kuartal tiga 2019. Hal itu dilakukan dalam upaya mendukung kedaulatan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta memastikan pemerataan untuk akses layanan telekomunikasi berkualitas di seluruh wilayah di Indonesia. 

Direktur Network Telkomsel Iskriono Windiarjanto mengatakan Telkomsel menjadi operator terdepan yang turut mendorong dalam melakukan pembangunan infrastruktur jaringan. Apalagi Indonesia merupakan negarat luas terbentang dari Sabang sampai Merauke dengan gugusan kepulauan yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau. 

“Kami ingin menghadirkan pemerataan hak atas aksesibilitas telekomunikasi di seluruh Tanah Air dan kepada seluruh elemen masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Kami hadir dengan layanan dan infrastutktur jaringan berteknologi terdepan tak sebatas di kota-kota besar dan berpusat di pulau Jawa saja, tetapi juga menjangkau hingga pelosok, bahkan wilayah perbatasan RI,” ujarnya dalam keterangan tulis, Selasa (5/11).

Menurutnya pengoperasian lebih dari 14.990 BTS yang terdiri atas BTS Reguler dan BTS Merah Putih, serta BTS Universal Service Obligation (USO). Khusus BTS USO dibangun Telkomsel bersama dengan pemerintah melalui Badan Aksesibilitas dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang dibangun di wilayah 3T. 

Sebanyak 5.300 BTS di antaranya berada di wilayah perbatasan dengan negara lain, yakni Singapura, Malaysia, Vietnam, Timor Leste, Australia, Filipina dan Papua Nugini. Bahkan, sekitar 7.800 unit dari BTS di wilayah 3T tersebut merupakan BTS broadband yang siap mengakomodasi kebutuhan masyarakat dalam mengakses layanan data/internet. 

Lebih lanjut, Telkomsel bersama Bakti telah membangun sekitar 892 BTS USO yang tersebar di sekitar 841 desa yang sebelumnya tidak memperoleh layanan komunikasi. Dari 892 BTS tersebut, 51 di antaranya diimplementasikan dengan BTS 4G yang dimungkinkan untuk pemanfaatan layanan data berkualitas sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan perekonomian masyarakat sekitar. 

Ke depan Telkomsel bersama Bakti akan mengoperasikan tambahan 502 BTS (2G & 4G) di 251 desa. Pada kuartal tiga 2019, Telkomsel telah menggelar infrastruktur jaringan lebih dari 209.000 unit BTS di seluruh wilayah Indonesia atau meningkat 14,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Karena itu, secara keterjangakuan (coverage) jaringan, Telkomsel telah menjangkau lebih dari 97 persen wilayah di Tanah Air,” ucapnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA