Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Uni Eropa Buka Peluang Kerja Sama dengan Jawa Barat

Selasa 05 Nov 2019 10:50 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih

Universitas Padjajaran

Universitas Padjajaran

Jawa Barat mengusulkan kampus Unpad Pangandaran sebagai lab kerja sama dengan UE.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG --- Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Daud Achmad menerima kunjungan Duta Besar  Uni Eropa, Senin petang (4/11). Kunjungan kehormatan Dubes Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket ke Kantor Gubernur Jabar kali ini bertujuan menegaskan dukungan Uni Eropa untuk Indonesia terutama dalam bidang pendidikan.

Menurut Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Daud Achmad, dalam pertemuan pada Senin (4/11), terdapat beberapa poin yang dihasilkan. Pembicaraan, diawali dengan perbincangan potensi kerja sama lebih lanjut berbagai bentuk program bantuan pinjaman untuk sektor energi, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan terutama bagi Jabar.

Uni Eropa telah bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk pendidikan kepariwisataan sebagai wujud dukungan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pariwisata. Daud mengusulkan, agar Kampus Unpad di Pangandaran bisa dioptimalkan sebagai laboratorium kerja sama tersebut.

Untuk diketahui, Pemerintah Daerah Provinsi Jabar sedang merevitalisasi Pantai Barat dan Timur Pangandaran dalam upaya mewujudkan Kab. Pangandaran sebagai Kabupaten Wisata. "Tadi juga mereka menyampaikan ketertarikan terhadap program desain digital dan akan menawarkannya ke beberapa negara Uni Eropa," katanya.

Menurut Daud, bagi Pemprov Jabar, peluang kerja sama di bidang pendidikan ini dapat dimanfaatkan untuk menjajaki pengembangan pendidikan Aparatur Sipil Negara (ASN) Jabar. Yakni,  baik melalui pendidikan tinggi maupun training kemampuan teknis dan manajerial.

"Dengan melakukan pemetaan terlebih dahulu mengenai potensi dan kebutuhan pengembangan SDM aparatur Jabar," kata Daud.

Daud juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menjajaki potensi pengembangan pendidikan menengah khsususnya pendidikan vokasi untuk mengejar kebutuhan standardisasi keahlian internasional. Termasuk, dalam sustainable tourism (pariwisata berkelanjutan).

Terkait agenda utama dukungan di bidang pendidikan, Dubes Vincent Piket menjelaskan, pihaknya menggelar European Higher Education Fair (EHEF) pada 5 November 2019 di Sasana Budaya Ganesa Bandung.

Acara tersebut, membuka peluang kerja sama universitas-universitas di Jabar dengan Uni Eropa di bidang pendidikan tinggi. Yakni, baik melalui skema pendanaan dari Uni Eropa maupun negara terkait atau pendanaan dari Indonesia sendiri untuk program pertukaran pelajar.

Piket pun menegaskan bahwa Uni Eropa terus mengkaji potensi kerja sama lainnya dengan Jabar melalui Buku investasi yang diperoleh dalam acara CEO & Ambassador Breakfast Meeting.

Selain courtesy call dengan Pemda Provinsi Jabar di Gedung Sate, Piket juga melakukan kunjungan kehormatan dan memberikan kuliah umum bertajuk 'Peran Pendidikan Tinggi dan Penelitian dalam Mendukung Hubungan Kerja Sama Uni Eropa-Indonesia' di Kampus Unpad Bandung.

"Kerja sama internasional antara universitas (di Indonesia dan Eropa) bagus bagi kedua pihak karena itu menguatkan kualitas program studi dan penelitian," kata Piket.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA