Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Polusi Udara Parah Dikhawatirkan Rusak Taj Mahal di India

Selasa 05 Nov 2019 09:38 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Taj Mahal India

Taj Mahal India

Foto: EPA
India mengerahkan alat pembersih udara untuk melindungi Taj Mahal.

REPUBLIKA.CO.ID, AGRA -- India sedang bergelut untuk melawan tingkat polusi udara yang parah. Otoritas negara Uttar Pradesh sejak akhir pekan lalu telah mengerahkan alat pembersih udara di Taj Mahal untuk menyelamatkan monumen ikonik itu.

Baca Juga

Alat pembersih udara yang digunakan oleh Badan Pengendalian Pencemaran Uttar Pradesh (UPPCB) memiliki kapasitas untuk memurnikan udara 150 ribu meter kubik selama delapan jam dalam radius 300 meter. "Melihat situasi yang berkembang dan penurunan kualitas udara yang konsisten, sebuah alat pembersih udara bergerak telah dikerahkan di gerbang barat Taj Mahal," kata Pejabat Regional UPPCB Bhuvan Yadav, dikutip dari timesofindia, Selasa (5/11).

Administrasi distrik, Agra Nagar Nigam, dan UPPCB berkolaborasi dengan operator telekomunikasi Vodafone-Idea dalam pengadaan pembersih udara. Kerja sama itu merupakan sebagai bagian dari upaya tanggung jawab sosial perusahaan membawa dua alat pembersih udara ke kota untuk memerangi polusi.

Alat-alat bantuan dibawa ke Agra pada 24 Oktober saat melihat kualitas udara yang memburuk di kota itu. Salah satu alat kini telah dikerahkan di dekat Taj Mahal untuk melindunginya dari polusi udara.

Polusi di sekitar bangunan bermarmer putih telah menjadi penyebab keprihatinan sejak lama. Kondisi udara yang kotor telah merusak monumen salah satu dari tujuh keajaiban dunia ini.

Saat ini, sekitar Taj Mahal tidak memiliki stasiun pemantauan udara untuk membantu menghitung kualitas udara atau AQI. Kondisi tersebut membuat petugas sekitar wilayah itu tidak mengetahui pasti berapa banyak udara yang telah dimurnikan dengan adanya alat pembersih udara yang digunakan.

Tapi, menurut Dewan Pengendalian Polusi Pusat India, ada stasiun pemantauan di Istana Sanjay di kota Agra, yang menunjukkan AQI mencapai 293 pada pukul 16.00 pada Senin. AQI antara 201-300 dianggap 'buruk' dan menyebabkan ketidaknyamanan bernapas bagi kebanyakan orang ketika terpapar terlalu lama.

Beberapa kota di India utara telah memerangi tingkat polusi yang luar biasa selama beberapa hari terakhir, mendorong pihak berwenang untuk menyatakan darurat kesehatan di New Delhi. Dewan Pengawas Polusi Pusat menyatakan kualitas udara New Delhi di angka 436, sekitar sembilan kali lebih buruk dibandingkan yang seharusnya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA