Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Biarkanlah Muslimah Menutup Aurat

Selasa 05 Nov 2019 08:52 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Aparatur Sipil Negara (ASN) bercadar beraktivitas menyeleksi berkas pembuatan Kartu Keluarga (KK) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pemerintah Kota Banda Aceh, Aceh, Jumat (1/11/2019).

Aparatur Sipil Negara (ASN) bercadar beraktivitas menyeleksi berkas pembuatan Kartu Keluarga (KK) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pemerintah Kota Banda Aceh, Aceh, Jumat (1/11/2019).

Foto: Antara/Irwansyah Putra
Dalam Islam, menutup aurat hukumnya wajib baik bagi muslim dan muslimah

Pernyataan Menteri Agama dan yang akan membersihkan lingkungan ASN dari pakaian cingkrang Dan cadar sungguh menyakiti hati umat. Label negatif terhadap umat muslim memang bukan pertamakali digulir. Kasus terorisme selalu dikaitkan dengan personal dengan ciri-ciri berjanggut, celana cingkrang, serta bercadar. 

Baca Juga

Pak Menag, sebagai seorang muslim apakah tidak memahami jika orang muslim memiliki ciri khas yang membedakannya dengan kaum kafir. Muslimah, terlebih lagi,  dia diperintahkan Allah untuk menutup aurat. 

Bercadar itu sendiri merupakan syariat Islam. Ada perbedaan pandangan dalam penggunaan cadar. Namun semua perbedaan pendapat Imam Mazhab tidak ada yg mengharamkannya. 

Menutup aurat Bagi kaum Muslimah itu wajib. Di Indonesia ini masih banyak kaum wanita muslim yang belum menutup aurat. Karena hukumnya wajib, maka Menag lebih urgen untuk mendakwahkan kewajiban menutup aurat. 

Adapun Muslimah yang menggunakan cadar maka dapat diartikan wanita tersebut sudah sadar akan hukum menutup aurat. Mereka menutup aurat karena taat akan hukum Allah. 

Wanita taat tentu dalam aktifitas kerjanya sebagai ASN misalnya akan jadi wanita yang menjaga diri dari perbuatan curang, korupsi dan kolusi. 

Pribadi taat dilingkungan ASN adalah pribadi yang tidak akan berniat bahkan berbuat teror. Sehingga jika cadar dan ciri fisik muslim lainnya dikaitkan dengan terorisme dan radikalisme tentu hanya fitnah belaka.

Pengirim: Ade Sugiarti

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA