Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Tiga Alumni Keperawatan UMM Kembangkan Karier ke Jepang

Selasa 05 Nov 2019 09:08 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Dwi Murdaningsih

Perawatan di Rumah Sakit. Ilustrasi.

Perawatan di Rumah Sakit. Ilustrasi.

Foto: Republika
Mereka akan merawat klien yang mengalami hambatan dalam kebutuhan dasar sehari-hari.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Alumni Prodi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang dalam waktu dekat akan berangkat ke Jepang. Keberangkatan mereka itu dalam rangka bekerja sebagai perawat profesional (caregiver) di wilayah Takasaki, selama satu bulan.

Adapun ketiga alumni tersebut, yakni Mustika Deni Pradana (alumni S1 Keperawatan), Ika Wahyu Purwaningsih dan Ekti Demi Pangastuti (alumni D3 Keperawatan). Keberangkatan mereka merupakan tindak lanjut kerjasama antara UMM dengan Yayasan Duta Mandiri Indonesia (DMI).

Staf Keperawatan UMM, Chairul Huda menjelaskan, kegiatan para alumni di Jepang sebagai caregiver. Mereka akan merawat klien yang mengalami hambatan dalam pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari. "Jika dinilai baik, mereka berkesempatan untuk dikontrak kerja berdurasi lima tahun masa kerja," kata Chairul.

Program magang perawat akan belajar mengenai materi keperawatan selama satu bulan pertama, di Takasaki. Bulan berikutnya langsung kerja seperti biasa di rumah sakit. Setelah selesai, baru masuk rumah sakit di area Gunma.

“Sebelum pemberangkatan kita telah dipersiapkan semaksimal mungkin. Di awal, akan diberikan pembelajaran bahasa Jepang untuk regional masing-masing,” ujar Alumni Keperawatan UMM, Mustika Deni Pradana.

Pada uji kemampuan bahasa Jepang sendiri terdapat beberapa tingkatan. Untuk pemula atau dasar ialah N5. Sementara tahap yang paling tinggi, yakni N1. “Setelah itu pesertanya akan dikirim untuk mensetsu atau diwawancarai langsung oleh orang Jepang,” ucap dia, melalui keterangan resmi yang diterima Republika.co.id, Selasa (5/11).


Adapun persiapan dari pihak Yayasan Duta Mandiri Indonesia seperti mewajibkan peserta untuk bisa minimal meraih sertifikat N3. Tujuannya, agar dapat mempermudah komunikasi saat di Jepang nantinya. Hal ini penting karena semakin tinggi tingkat penguasaan bahasa, maka akan mempermudah mereka saat bekerja nanti.




Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA