Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Waspada Musim Hujan, BNPB Imbau Bersihkan Saluran Air

Selasa 05 Nov 2019 06:30 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Andi Nur Aminah

Plh Kapusdatin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo

Plh Kapusdatin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo

Foto: Republika TV/Muhamad Rifani Wibisono
Akan terjadi cuaca ekstrim yang mungkin diikuti hujan lebat, petir, puting beliung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat mengantisipasi musim pancaroba atau peralihan musim kemarau ke musim hujan yang ditandai cuaca ekstrim hingga hujan lebat disertai kilat/petir. BNPB mengimbau masyarakat membersihkan saluran air atau drainase agar tidak banjir.

Baca Juga

"Bersihkan saluran air agar tidak banjir, pangkas pohon agar tidak roboh diterjang hujan dan angin," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Agus Wibowo kepada Republika.co.id, Selasa (5/11).

Ia menuturkan, pada musim pancaroba menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan terjadi cuaca ekstrim yang mungkin diikuti hujan lebat, petir, puting beliung, angin kencang, hujan es, hingga gelombang tinggi. Untuk itu, masyarakat diminta ikut mewaspadai potensi bencana yang ditimbulkan seperti banjir dan longsor.

Selain membersihkan drainase agar aliran air tak tersumbat dan menimbulkan genangan sampai banjir, masyarakat juga diimbau merapikan pohon-pohon besar. Caranya dengan memangkas pohon-pohon yang rapuh agar tak roboh saat terjadi hujan lebat yang mungkin disertai angin kencang atau kilat.

Agus juga mengimbau masyarakat untuk membuat biopori, menanam pohon, dan paling penting tidak membuang sampah sembarangan. Masyarakat juga perlu menyiapkan payung, obat-obatan, dan kebutuhan darurat.

Ia menerangkan, dalam mewaspadai potensi bencana yang ditimbulkan saat musim pancaroba ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyusun kajian risiko dengan skala yang lebih detil. Kemudian hasil kajian itu digunakan untuk menyusun rencana penanggulangan bencana (RPB) sesuai ancaman masing-masing daerah.

"Hasil kajian risiko selanjutnya digunakan untuk menyusun RPB dan lain-lain, sesuai potensi ancaman masing-masing daerah," kata dia.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA