Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Pelatih Verona Bantah Klaim Balotelli Soal Rasialisme

Senin 04 Nov 2019 20:48 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Israr Itah

Mario Balotelli saat berkonfrontasi dengan pendukung Verona.

Mario Balotelli saat berkonfrontasi dengan pendukung Verona.

Foto: EPA-EFE/FILIPPO VENEZIA
Balotelli berang dan hendak meninggalkan lapangan karena mendengar ejekan rasialis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Verona Ivan Juric mengatakan Mario Balotelli tidak mendapat cemooh bernada rasialis saat memperkuat Brescia melawan Verona di Stadion Marc Antonio Bentegodi pada Ahad (3/11). Dalam laga pekan ke-11 Serie A itu, Balotelli berang dan hendak meninggalkan lapangan karena mendengarkan ejekan rasialis. 

Baca Juga

Sebelumnya, ia menendang bola ke tribun penonton yang diduga mencemoohnya tersebut. Menurut Balotelli, pendukung dan penonton dari Verona menirukan suara yang mirip kera kepadanya. 

Pengakuan itu lantas dibantah oleh Juric. "Dengan alasan apa pun, Anda harus bereaksi, terlebih bila memang ada nada rasialis. Hanya, saya memandang tidak ada masalah, karena memang fan tidak melakukan hal itu," kata Juric.

Ia mengaku tidak mendengar suara apa pun. "Kita tidak bisa membuat seakan-akan ada kasus, padahal kenyataannya tidak ada. Itu bohong," kata Juric.

Presiden I Mastini, Maurizio Setti memiliki pemikiran serupa Juric. Ia membantah adanya tuduhan rasialis yang dilakukan dari tribun pendukung mereka. 

Namun, Balotelli memiliki bukti rekaman video yang telah disebarkan. Ia mengunggahnya di story Instargam.

"Kalian para penonton di kurva, yang membuat nyanyian monyet. Memalukan. Kalian membuat tindakan itu di depan anak-anak, istri, saudara, teman, dan kenalan anda," demikian tulisan mantan striker Liverpool di Instragram-nya, dikutip dari BBC.

Bukan pertama kali, pendukung Verona diduga melakukan tindakan tak terpuji ini. Sebelumnya gelandang AC Milan, Franck Kessie jadi korban. Lagi-lagi kubu Gli Scaligeri melakukan bantahan. Menurut mereka, itu siulan biasa di sebuah partai bertensi tinggi. 

Badan Pengawas anti Diskriminasi Sepak Bola Eropa (FARE) merespon insiden ini. Direktur Eksekutif FARE, Piara Powar memuji spontanitas Balotelli. Mereka menyesalkan tindakan pemain lain yang terus meminta si Bengal kembali berlaga. 

Seharusnya menurut dia, para pemain tersebut melakukan aksi solidaritas bersama Balotelli. Apa pun itu, FARE menilai sepak bola Italia sudah di luar kendali terkait isu rasialisme.

"Kami akan menyampaikan ke pihak berwenang. Tampaknya ada sedikit prospek tindakan efektif yang diambil. Ini gambaran yang menyedihkan," ujar Powar.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA