Monday, 5 Jumadil Akhir 1442 / 18 January 2021

Monday, 5 Jumadil Akhir 1442 / 18 January 2021

Wortel Cegah Masalah Kesehatan Akibat Polusi

Selasa 05 Nov 2019 00:04 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Indira Rezkisari

Warga India dan turis mengenakan masker untuk menghalau polusi udara saat berjalan di New Delhi, India, Senin (4/11).

Warga India dan turis mengenakan masker untuk menghalau polusi udara saat berjalan di New Delhi, India, Senin (4/11).

Foto: AP
Wortel adalah makanan berantioksidan tinggi yang bantu perangi masalah akibat polusi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tidak hanya Jakarta, polusi udara yang buruk juga menjadi masalah besar Ibu Kota India, New Delhi. Karena itulah Menteri Kesehatan India Harsh Vardhan memberikan beberapa saran tentang cara mengatasi masalah terkait polusi.

Vardhan, yang berprofesi sebagai dokter, menyarankan agar semua orang mengonsumsi wortel dan makanan dengan antioksidan tinggi untuk memerangi masalah kesehatan terkait polusi. Menurut dia, stres oksidatif yang dipicu oleh berbagai polutan memiliki efek negatif serius pada kesehatan manusia.

"Salah satu tindakan positif adalah memasukkan bahan makanan dengan antioksidan tingkat tinggi yang dapat menetralkan ini. Tentu saja, solusinya terletak pada pencegahan dan pengendalian paparan," kata Vardhan dikutip Times Now News, Senin (4/11).

Di akun Twitternya, Vardhan menjelaskan bahwa wortel membantu tubuh mendapatkan Vitamin A, potasium dan antioksidan yang melindungi dari kebutaan yang umum di India. Wortel juga membantu melawan bahaya lain yang berhubungan dengan polusi terhadap kesehatan.

Pada Ahad (3/11) tingkat polusi di Delhi memuncaki level tertinggi selama tiga tahun. Menurut Dewan Pengendalian Polusi Pusat (CPCB), indeks kualitas udara rata-rata 24-jam ibu kota (AQI) pada Ahad memiliki skor 494.

Semua sekolah di Delhi mulai jenjang taman kanak-kanak hingga SMA telah ditutup hingga Selasa karena lonjakan tingkat polusi. Pemerintah Delhi juga meminta masyarakat untuk menghindari kegiatan di luar rumah sebanyak mungkin, terutama selama jam pagi dan sore hari dan menjaga tingkat aktivitas tetap rendah.

Dalam paparan yang berkepanjangan, tambah Vardhan, polusi udara dapat menyebabkan masalah pernafasan pada orang sehat. Namun bagi orang yang rentang, polusi bisa memicu penyakit serius lainnya bahkan pada paparan singkat.

"Oleh karena itu, masyarakat umum disarankan untuk menghindari kegiatan fisik di luar ruangan, terutama selama pagi dan sore hari," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA