Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

58 Warga di Purwakarta Keracunan Masakan Ulang Tahun

Senin 04 Nov 2019 17:23 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Esthi Maharani

Warga yang mengalami korban keracunan makanan

Warga yang mengalami korban keracunan makanan

Foto: Antara/Abriawan Abhe
Para korban awalnya mengalami muntah-muntah dan diare disertai pusing.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA — Puluhan warga di Kampung Cisarua, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta mengalami keracunan massal. Warga diduga keracunan yang berasal dari makanan yang disantap sebelumnya.

Kapolsek Plered Polres Purwakarta, Kompol Slamet Harijanto menuturkan para korban awalnya mengalami muntah-muntah dan diare disertai pusing. Ini terjadi setelah sebelumnya mereka menyantap makanan dari sebuah acara ulang tahun.

“Kejadiannya itu diduga karena awalnya makan nasi uduk yang dibungkus pakai styrofoam nggak pakai alas lagi. Makanannya panas masuk ke styrofoam jadi diduga terkontaminasi zat kimia,” kata Slamet saat dikonfirmasi Republika, Senin (4/11).

Slamet mengatakan saat ini sampel makanan sudah dibawa oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta. Sampel makanan akan diuji untuk mengetahui apakah ada kandungan berbahaya dari makanan yang dibuat oleh warga.

Menurutnya semua korban telah ditangani pihak medis, perawatan dilakukan di rumah Bamusdes desa setempat. Sebagian juga ada yang dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat. Ia menyebutkan sedikitnya ada 58 warga yang mengalami keracunan massal. Mereka terdiri dari anak-anak, dewasa, hingga lanjut usia yang ikut memakan makanan tersebut.

“Dari jumlah tersebut ada 11 orang yang mendapat perawatan lanjutan berupa infus. Tapi saat ini semuanya sudah pulang ke rumah,” ujarnya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan styrofoam sebagai pembungkus makanan. Bahan ini dinilai berbahaya karena mengandung zat kimia jika bersentuhan langsung dengan makanan terutama saat masih panas.

“Kita tahu styrofoam juga sudah diimbau oleh dinas terkait untuk tidak dipergunakan untuk makanan. Kita memang harus edukasi masyarakat bahwa bahan seperti plastik dan styrofoam kalau dipakai wadah makanan harus pakai alas pakai daun pisang atau kertas pembungkus jadi nggak langsung kena,” tuturnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA