Selasa, 1 Rajab 1441 / 25 Februari 2020

Selasa, 1 Rajab 1441 / 25 Februari 2020

Ma'ruf Tekankan Penguatan Peran Mahkamah Konstitusi

Senin 04 Nov 2019 15:37 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani

Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat meresmikan pembukaan simposium internasional ke-3 Mahkamah Konstitusi, di Bali, Senin (4/11).

Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat meresmikan pembukaan simposium internasional ke-3 Mahkamah Konstitusi, di Bali, Senin (4/11).

Foto: Dok Setwapres
MK berperan dalam melindungi dan memajukan hak sosial ekonomi rakyat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin menekankan perlunya penguatan peran Mahkamah Konstitusi saat membuka simposium internasional ketiga Mahkamah Konstitusi (MK) atau The 3rd Indonesian Constitutional Court International Symposium (ICCIS) di Bali, Senin (4/11).

Menurut Ma'ruf, MK tidak hanya sebagai pengawal konstitusi, tetapi juga berperan dalam melindungi dan memajukan hak sosial ekonomi rakyat. Karena itu, Pemerintah mengharapkan penguatan MK agar terus meningkatkan perlindungan hak-hak warga negara.

"Saya meyakini bahwa konstitusi semua negara memerintahkan untuk adanya perlindungan terhadap hak-hak ekonomi dan sosial warga negaranya. Di sinilah peran Mahkamah Konstitusi dapat diperkuat dan dipertegas," ujar Ma'ruf dalam keterangan yang diterima wartawan, Senin (4/11).

Menurut Ma'ruf juga, negara bertanggung jawab dalam memajukan hak-hak ekonomi, sosial dan budaya. Tidak hanya dalam bentuk obligation of result, akan tetapi sekaligus dalam bentuk obligation of conduct. Karena itu, kata Ma'uruf, saat negara merancang suatu kebijakan, maka harus sudah menimbang aspek konstitusionalitas dan aspek hasilnya.

"Apakah dengan adanya kebijakan tersebut akan dapat secara optimal memberikan perlindungan terhadap hak warga negara," ujar Ma'ruf.

Ma'ruf melanjutkan, penguatan peran MK menjadi sangat penting karena saat ini, dunia nyaris tanpa sekat. Apalagi, saat informasi amat mudah didapat dan perubahan dunia demikian cepat. Sehingga, Ma'ruf menilai tantangan ke depan terbentang luar biasa hebat.

"Hukum dituntut untuk lebih siap dan sigap. Hukum harus ditegakkan dengan tegap. Untuk itu, ide dan gagasan besar di tengah perkembangan yang cepat sungguh dibutuhkan. Bukan untuk apa-apa, semuanya dilakukan hanya untuk menegaskan kembali tugas paling utama institusi negara, yakni melayani, melindungi, dan mensejahterakan rakyat," ujar Ma'ruf.

Ia juga menilai, tak hanya Indonesia, Pemerintah negara lain, juga memiliki perhatian terhadap konstitusi di negararanya. Karenanya, pada simposium internasional MK ini, ia berharap menjadi ajang berbagi pengalaman MK Indonesia dengan MK dari negara-negara sahabat.

"Dengan demikian, komunitas internasional Mahkamah Konstitusi akan terhubung pada ide-ide besar dan universal yang sama untuk tujuan yang kurang lebih sama, yaitu  memberikan perlindungan hak sosial dan ekonomi pada warganya," ujar Ma'ruf.

Simposium internasional ke-3 MK yang digelar di Bali ini, selain dihadiri oleh sembilan Hakim Konstitusi, juga akan hadir dari perwakilan delegasi negara anggota The Association of Asian of Asian Constitutional Court (AACC). Seperti Afganistan, Azerbaijan, Kazakhstan, Korea Selatan, Kirghistan, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Pakistan, Rusia, Thailand, Turki, dan Uzbekistan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA