Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Taekwondo UMM Sabet 7 Medali di Ajang Internasional

Senin 04 Nov 2019 13:35 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Dwi Murdaningsih

Kontingen Taekwondo Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menyabet tujuh medali di ajang Taekwondo Internasional Pugnator Badung Sport Week 2019. 

Kontingen Taekwondo Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menyabet tujuh medali di ajang Taekwondo Internasional Pugnator Badung Sport Week 2019. 

Foto: Dok Humas UMM
Kejuaraan taekwondo ini setidaknya diikuti oleh 1.600 peserta dari 10 negara.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Kontingen Taekwondo Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menjadi juara pada ajang Taekwondo Internasional Pugnator Badung Sport Week 2019. Kegiatan yang dilaksanakan 24 hingga 27 Oktober 2019 ini berhasil mendatangkan tujuh medali untuk UMM.
 
Raihan tujuh medali UMM terdiri atas empat perak dan dua perunggu di kategori Kyorugi. Sementara satu medali perunggu lainnya diperoleh di kategori Poomsae. Kejuaraan ini setidaknya diikuti oleh 1.600 peserta dari 10 negara seperti Australia, Thailand, Singapura, India, Taiwan, Kamboja, Uzbezkistan, Cina dan Hongkong.

Ketua Umum Taekwondo UMM, Gavra Dharmmesta Yusuf, berharap raihan timnya dapat menjadi pengalaman dan pembelajaran penting. Apalagi, ia melanjutkan, ajang yang diikuti tim taekwondo UMM berskala internasional.  "Ini juga sebagai tolak ukur bagi kami dalam sisi kemampuan dan dapat mengevaluasinya,” kata Gavra.

Kompetisi taekwondo internasional ini melombakan dua kelas, yakni Kyorugi dan Poomsae. Kyorugi berarti pertarungan duel dan ketangkasan yang dilakukan antarpeserta. Sementara Poomsae merupakan seni gerak, pukulan, tendangan maupun tangkisan.

Untuk mempersiapkan pertandingan ini, atlet Taekwondo UMM telah melakukan latihan sejak Agustus. Selain latihan regular dua kali dalam seminggu, para atlet juga mengikuti training center yang sudah berlangsung selama dua bulan. Mereka juga selalu menjaga berat badannya, agar saat penimbangan sesuai dengan kelas yang diikuti.

Menurut Gavra, kunci kesuksesan timnya karena rajin berlatih dan ikut perlombaan. Semakin banyak berlatih, maka akan lebih mudah pada saat pertandingan. "Dari situ kita bisa lihat, semakin banyak jam terbangnya, semakin baik pula pembawaannya pada saat pertandingan,” kata mahasiswa program studi Teknik Elektro ini dalam keterangan pers yang diterima Republika.co.id, Kamis (31/10).

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA