Kamis, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 Februari 2020

Kamis, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 Februari 2020

Trotoar Zonasi CFD Dipastikan Bersih dari PKL

Senin 04 Nov 2019 07:37 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Bilal Ramadhan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melambaikan tangan saat meninjau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad (3/11/2019).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melambaikan tangan saat meninjau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad (3/11/2019).

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Anies juga memastikan tidak ada sampah di jalur CFD.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan memastikan area trotoar di zona merah yang berada di kawasan berlakunya car free day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor, bersih dari Pedagang Kaki Lima (PKL). Hal ini disampaikan Anies setelah memantau area trotoar di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat, saat CFD berlangsung, Ahad (3/11).

Sambil bersepeda, Anies meninjau langsung penataan PKL yang sebelumnya selalu ramai di saat CFD, termasuk di kawasan Bundaran HI. Anies menyebut, kawasan PKL yang sebelumnya memenuhi Bundaran HI sekarang ditata sehingga masyarakat dapat nyaman untuk berolahraga dan berekreasi bersama teman maupun keluarga.

Ia mengatakan, ketika kegiatan CFD itu dimulai pada 2001, saat itu tujuannya untuk pengurangan polusi emisi udara dan sebagai kegiatan olahraga dengan berjalan kaki dan bersepeda.

"Jadi, yang kita lakukan sekarang ini bukan penertiban. Sesungguhnya, yang dilakukan adalah penataan seperti tujuan utamanya diadakan car free day," jelas Anies kepada wartawan, Ahad (3/11).

Anies menegaskan, seluruh badan utama jalan raya utama di sekitar Bundaran HI digolongkan sebagai zona merah. Artinya, area kawasan ini harus bebas dari kegiatan apa pun kecuali berjalan kaki, berlari, berolahraga, ataupun bersepeda.

Selain itu, ia juga menyebut, ada beberapa trotoar yang berada di kawasan zona kuning dan zona hijau. Trotoar yang berada di zona kuning atau zona hijau, sambung dia, beberapa di antaranya memang dimungkinkan pedagang untuk melakukan kegiatan ekonomi bersama masyarakat selama CFD berlangsung.

Akan tetapi, aktivitas ekonomi yang dijalankan tetap menjaga ketertiban dan kebersihan. Jadi, trotoar di sekitaran CFD pun, sebut dia, ada yang bisa digunakan berdagang dan ada yang tidak bisa.

"Zona merah itu adalah kawasan jalan Thamrin dari persimpangan Sarinah sampai dengan dekat Dukuh Atas. Itu adalah kawasan yang badan jalan maupun trotoarnya tidak dibolehkan untuk kegiatan berdagang," ujar dia.

Dengan pengaturan seperti itu, Anies yakin semua orang yang datang ke sini untuk berolahraga, untuk berkegiatan bersama keluarga, bersama teman itu ada kenyamanan. Dan, ia merasakan saat CFD, Ahad (3/11), suasana trotoar sudah rapi, bersih, dan yang tidak kalah penting, tidak ada sampah.

"Itu sepanjang jalan tidak ada sampah lagi. Ini sekarang selesai acara ini, Dinas Lingkungan Hidup harus nyari-nyari tuh sampahnya. Karena, lihat sendiri di jalan, bersih. Jadi, sebetulnya kita semua bisa melakukan ini," kata dia menjelaskan.

Anies juga menyampaikan apresiasinya kepada para PKL yang biasa berdagang di trotoar area zona merah CFD, kini berkenan ditata lebih rapi. Karena, ia ingin semua paham prinsipnya, di Jakarta itu kesempatannya diberikan setara, tapi bukan tanpa diatur.

"Begitu diatur baik-baik, alhamdulillah mereka pun mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan rezeki dari berkumpulnya begitu banyak orang. Di sisi lain, yang berolahraga juga nyaman," jelas Anies.

Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta mengingatkan aturan bagi pedagang kaki lima atau PKL yang biasa meramaikan Hari Bebas Kendaraan Bermotor, pada Ahad (3/11). Tidak seperti pekan lalu di mana PKL yang berjualan di CFD harus ditertibkan, pada CFD pekan ini seluruh trotoar zona merah di kawasan Sudirman Thamrin, mulai dari persimpangan Sarinah hingga Dukuh Atas bersih dari PKL.

Puluhan Satpol PP harus berjaga di beberapa sudut agar trotoar CFD bebas dari PKL. Bahkan, disebutkan Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin, petugas harus bersiaga sejak subuh untuk melarang para PKL membawa dagangan dan memasuki area CFD. Alhasil kawasan Bundaran HI mulai CFD pekan ini sudah bersih dari PKL.

"Mereka yang biasa menjajakan dagangan di kawasan tersebut sudah tidak terlihat. Para pedagang sudah ditata dengan merelokasi mereka di beberapa titik sekitar CFD," kata Arifin.

Penataan PKL ini, sebut dia, menyesuaikan zonasi trotoar di mana pedagang yang dianggap masih boleh berdagang untuk sementara waktu. Kebijakan tersebut, kata Arifin, merupakan bentuk kerja sama antara pihaknya dan beberapa instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan dan Dinas UMKM.

"Pedagang nanti disampaikan sosialisasi dari Dinas UMKM yang secara langsung melakukan pembinaan kepada pedagang. Satpol PP menjaga kawasan ini supaya tetap tertib. Karena, kami juga memberikan kenyamanan bagi mereka pengguna jalur CFD," ujar dia.

Sebelumnya, Pemprov DKI membagi lokasi HBKB Jalan Sudirman-MH Thamrin ke tiga zona. Zona merah, yakni sekitar Bundaran HI menjadi kawasan yang tidak boleh sama sekali digunakan berdagang, zona hijau lokasi yang diperbolehkan untuk berdagang dan zona kuning yang hanya diperbolehkan berdagang di trotoar.

Zona hijau dipusatkan ke tujuh titik, yakni Jalan Karet Ps Baru Timur III, Jalan Galunggung, Jalan Teluk Betung, Jalan Blora, Jalan Sumenep, Jalan Kebon Kacang dan Jalan Sunda. Sedangkan, zona kuning berada di dua titik, yakni Wisma BNI 46 sampai Patung Pemuda (Bundaran Senayan) dan Jalan MH Thamrin sampai Patung Kuda Arjuna Wiwaha.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA