Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Pemkab Purwakarta Bagikan 36 Ton Beras Gratis

Senin 04 Nov 2019 00:30 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Muhammad Hafil

Ilustrasi gudang beras Bulog

Ilustrasi gudang beras Bulog

Beras bantuan diperuntukkan bagi warga tidak mampu.

REPUBLIKA.CO.ID,PURWAKARTA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta memiliki program Beras Welas Asih. Lewat program ini, Pemkab membagikan beras gratis untuk membantu kebutuhan warga kurang mampu.

Bupati Anne Ratna Mustika mengatakan setiap tahunnya, Pemkab Purwakarta membagikan 36 ton beras jenis premium kepada masyarakat kurang mampu. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat pra sejahtera.

Anne menjelaskan, di Purwakarta sampai saat ini masih ada sekitar 50 ribu kepala keluarga (KK) yang masuk kategori kurang mampu. Dari jumlah tersebut, 30 ribu KK di antaranya yang rawan miskin. Melalui program gempungan diburuan urang lembur yang dilaksanakan setiap hari rabu, diharapkan dapat meringankan beban mereka.

Baca Juga

“Total cadangan beras dari program ini sebanyak 36 ton. Sampai saat ini sudah tersalurkan sekitar 26 ton. Setiap KK, mendapat bantuan 10 kilogram beras,” kata Anne dalam siaran persnya yang diterima Republika belum lama ini.

Ia menuturkan untuk merealisasikan kebutuhan program tersebut, pemkab menggandeng Perum Bulog. Selain menyediakan 36 ton beras untuk program tersebut, saat ini pemkab juga memiliki cadangan beras yang disimpan di gudang Bulog sebagai bagian dari antisipasi jika ada warga yang kekurangan pangan.

“Sebenarnya, di kita tidak ada yang rawan pangan. Bantuan ini, untuk antisipasi saja,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya mengalokasikan anggaran untuk pengadaan bantuan beras ini. Tujuannya, beras tersebut sebagai subsidi bagi warga yang benar – benar tidak mampu.

Selain beras, bantuan lain berupa telur dan susu kemasan yang dibagikan kepada warga, terutama pelajar. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah membantu pemenuhan gizi masyarakat. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA