Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Nestle Tarik Adonan Kue Terkontaminasi Karet

Sabtu 02 Nov 2019 08:40 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Nestle

Nestle

Foto: Nestle
Nestle menarik secara terbatas prodik adonan kue bermerek Toll House Cookie Dough

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Nestle Amerika Serikat (AS) melakukan penarikan produk adonan kue yang diduga terkontaminasi karet. Penarikan secara sukarela ini dilakukan setelah adanya laporan bahwa pelanggan menemukan potongan-potongan karet food grade

Perusahaan multiinternasional itu juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi dan menangani masalah yang terjadi. Meski demikian, penarikan produk tetap dilakukan untuk memastikan keamanan sepenuhnya. 

Beberapa produk adonan kue dari Nestle yang ditarik dari pasar AS diantaranya adalah Nestlé Toll House Cookie Dough yang selain dijual di Negeri Paman Sam, juga dijual di Puerto Rico. Penarikan dilakukan secara terbatas, pada produk dengan kode batch yang dimulai dari 9189 hingga 9295. 

Sejauh ini, belum ada laporan terkait penyakit maupun masalah kesehatan lainnya akibat produk yang diduga terkontaminasi karet itu. Nestle mengatakan jika Anda masih memiliki produk tersebut, disarankan untuk membuangnya, namun jangan lupa untuk menyimpan bukti pembelian, seta hubungi Nestle Consumer Services. 

Dalam satu dekade terakhir, Nestle beberapa kali melakukan penarikan untuk produknya. Empat tahun lalu, Nestle melakukan penarikan pada produk mi instan Maggi yang beredar di India.

Dikutip dari BBC, Nestle di 2015 menarik produk-produk bermerek Maggi dari pasar India. Hal itu terjadi setelah pihak berwenang di India mengatakan hasil uji menunjukkan kadar timbal mi instan itu berbahaya. 

Nestle kemudian dituding gagal mengikuti undang-undang keamanan pangan. Namun, Nestle bersikeras mi instan Maggi aman untuk dikonsumsi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA