Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Isu Gemuknya Kabinet Menutupi Kualitas

Senin 28 Oct 2019 10:40 WIB

Red: Joko Sadewo

Sejumlah wakil menteri Kabinet Indonesia Maju bersiap untuk dilantik di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Sejumlah wakil menteri Kabinet Indonesia Maju bersiap untuk dilantik di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Budi G Sadikin dan Wahyu S Trenggono contoh figur yang berkualitas bagus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Anggota Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo menyebut gemuknya Kabinet Indonesia Maju menutupi kualitas bagus, yang dimiliki sejumlah menteri ataupun wakil menteri.

"Banyak kalangan, termasuk saya, mengkritik gemuknya pemerintahan Presiden Jokowi periode 2019-2024,” kata Dradjad kepada Republika.co.id, Senin (28/10).

Dia menjelaskan, sebenarnya UU 39/2008 tentang Kementerian Negara sudah memberi postur kabinet yang gemuk dengan 34 menteri. Bandingkan dengan kabinet Dr Mahathir Mohamad yang hanya 28 menteri termasuk PM dan Wakil PM, tanpa wamen. Kabinet Amerika Serikat malah hanya 23 orang termasuk wapres dan 15 menteri. Kabinet Australia sekarang juga hanya 23 orang termasuk PM dan wakil PM.

Jika jumlah 34 itu masih ditambah empat pejabat setingkat menteri dan 12 wamen, terlihat jelas betapa gemuknya pemerintah. Akibatnya, isu jumlah mengalahkan kualitas.

"Padahal, di antara 12 wamen itu ada beberapa yang kualitasnya bagus. Contohnya adalah Budi G Sadikin dan Wahyu S Trenggono,” kata politikus yang juga ekonom senior ini.

Dia menyebutkan, Budi adalah bankir yang berprestasi dan berhasil dalam memimpin Bank Mandiri. Semestinya dia bisa efektif membantu Menteri BUMN Erick Thohir menyehatkan keuangan berbagai BUMN.

"Sebagai ekonom, saya memang khawatir dengan kondisi beberapa BUMN seperti Pertamina, sebagian BUMN Karya dan sebagainya,” ungkapnya.

Dradjad juga menyebut Trenggono adalah pebisnis yang sukses di bidang teknologi informatika (TI). Trenggono punya jaringan yang kuat dengan anak-anak muda jago TI. Di sisi lain, pertahanan dan keamanan (hankam) ke depan akan banyak bergantung TI. Itu sebabnya Pentagon punya proyek JEDI senilai 10 miliar dolar AS yang baru saja dimenangkan Microsoft. JEDI singkatan dari Joint Enterprise Defense Infrastructure.

Karena itu, kata dia, kecurigaan bahwa Trenggono akan memata-matai Menhan Prabowo hemat saya berlebihan. Justru Prabowo bisa menugaskannya membantu memodernisasi alutsista hankam Indonesia yang banyak ketinggalan jaman.

Dradjad mengatakan apa yang dia sampaikan adalah bentuk checks and balances yang bisa dilakukan PAN dari luar pemerintahan. "Kita kritisi kabinet yang kegemukan, tapi kita dorong juga agar kualitas kabinet dimanfaatkan maksimal,” ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA